kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Kuartal I-2021, ekonomi Indonesia diramal belum bisa masuk ke zona positif


Jumat, 26 Maret 2021 / 08:50 WIB

Reporter: Bidara Pink | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perekonomian Indonesia di kuartal I-2021 diramal masih belum bisa masuk ke zona positif. 

Kepala ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan perekonomian tiga bulan pertama tahun ini berpotensi tumbuh di kisaran minus 2% hingga minus 1%. “Perekonomian masih minus karena pemulihan masih belum cukup signifikan pada bulan Januari 2021 hingga Februari 2021,” ujar Josua, Kamis (25/3) via video conference. 

Pertumbuhan ekonomi yang masih negatif pada kuartal pertama tahun ini juga disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi kuartal I-2020 yang pada saat ini masih berhasil di zona positif. Pasalnya, Covid-19 juga baru teridentifikasi di Indonesia pada Maret 2021. 

Namun, asa membawa pertumbuhan ekonomi ke zona positif sudah mulai terlihat di kuartal II-2021. Josua bilang, ini disebabkan oleh guyuran stimulus dari pemerintah terutama di sektor otomotif dan properti. 

Baca Juga: BI, Pemerintah, dan OJK dorong kredit dan pembiayaan dunia usaha

Apalagi, sektor-sektor tersebut cukup mendongkrak pertumbuhan ekonomi kuartal II-2020. Perhitungan Josua, mencapai 6%. Untuk itu, dengan adanya stimulus maka sektor-sektor ini juga bisa mendongkrak pemulihan ekonomi di tahun ini. 

Ke depan, pertumbuhan ekonomi dipandang akan semakin menguat. Terutama, dengan adanya program vaksinasi Covid-19 yang berjalan di berbagai negara, termasuk Indonesia. 

“Program vaksinasi menjadi kunci untuk menekan Covid-19. Kalau (jumlah kasus positif) Covid-19 nya masih tinggi, maka kegiatan ekonomi tidak bisa lebih longgar. Sehingga, kami harapkan akan jauh lebih baik,” tandasnya. 

Selanjutnya: BI optimistis pemulihan ekonomi terus berlanjut

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS Inventory Management: From Chaos to Control

×