kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.887.000   7.000   0,24%
  • USD/IDR 16.850   -59,00   -0,35%
  • IDX 8.951   -41,17   -0,46%
  • KOMPAS100 1.235   -4,75   -0,38%
  • LQ45 874   -1,52   -0,17%
  • ISSI 329   -0,59   -0,18%
  • IDX30 449   0,67   0,15%
  • IDXHIDIV20 532   3,66   0,69%
  • IDX80 137   -0,49   -0,35%
  • IDXV30 148   1,36   0,93%
  • IDXQ30 144   0,72   0,50%

Krisis Chip Mencekik, Siap-Siap Harga Laptop ASUS Bakal Melonjak?


Senin, 26 Januari 2026 / 04:04 WIB
Krisis Chip Mencekik, Siap-Siap Harga Laptop ASUS Bakal Melonjak?
ILUSTRASI. ASUS Indonesia tak bisa hindari dampak krisis chip memori, ancaman kenaikan harga laptop membayangi. (KONTAN/Fransiskus Simbolon)

Reporter: Vina Elvira | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Krisis global pasokan chip memori, khususnya RAM dan NAND, mulai memberi tekanan signifikan pada industri laptop dunia. Lonjakan permintaan perangkat berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membuat ketersediaan komponen semakin terbatas dan mendorong kenaikan biaya produksi.

Kondisi tersebut turut dirasakan oleh ASUS Indonesia. Kompleksitas rantai pasokan global dan lonjakan harga komponen berdampak pada struktur biaya produksi laptop, meskipun tingkat pengaruhnya berbeda pada tiap model dan spesifikasi.

Head of PR and Digital Marketing ASUS Indonesia Brama Setyadi mengatakan, dinamika rantai pasokan global saat ini memengaruhi hampir seluruh produsen laptop, termasuk ASUS.

“Besaran kenaikan biaya komponen memang bervariasi tergantung model dan spesifikasi, tetapi secara agregat dampaknya cukup terasa pada struktur biaya produksi kami,” ujar Brama kepada KONTAN, Jumat (23/1).

Untuk merespons tekanan tersebut, ASUS menyiapkan sejumlah langkah strategis guna menjaga kualitas produk dan keberlanjutan bisnis. Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah penyesuaian harga jual laptop di pasar domestik.

Baca Juga: Denza D9: Mobil Mewah Terlaris 2025, Geser Takhta Alphard?

Menurut Brama, kisaran penyesuaian harga masih dalam tahap pembahasan, seiring perusahaan terus mencermati perkembangan kondisi global serta dinamika pasar dalam negeri. ASUS menilai masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan terkait dampak jangka panjang penyesuaian harga terhadap permintaan, mengingat tahun 2026 masih berada pada fase awal.

Alih-alih bersaing semata dari sisi harga, ASUS menegaskan strategi bisnis tahun 2026 akan difokuskan pada peningkatan nilai tambah bagi konsumen. Salah satu langkah konkret yang ditempuh adalah penguatan layanan purna jual, termasuk peningkatan cakupan garansi di sejumlah lini produk unggulan.

“Salah satunya melalui peningkatan layanan garansi untuk seri ZenBook, Vivobook S dan Flip, serta lini ProArt. Kami ingin memastikan konsumen mendapatkan perlindungan dan kenyamanan yang sepadan dengan investasi mereka,” tambah Brama.

Tonton: Trump Ancam Kanada dengan Tarif 100%, Jika Deal China?

Dari sisi prospek, ASUS tetap optimistis memandang kinerja bisnis sepanjang 2026. Perusahaan menilai kemampuan beradaptasi terhadap perubahan global dan menghadirkan inovasi yang relevan menjadi kunci dalam menjawab kebutuhan pasar.

ASUS juga memfokuskan pertumbuhan pada segmen Consumer Premium dan Gaming yang dinilai memiliki permintaan relatif stabil dan lebih resilien di tengah ketidakpastian global. Kedua segmen tersebut didorong oleh kebutuhan perangkat berkinerja tinggi untuk produktivitas maupun hiburan.

Lebih lanjut, tren AI dinilai menjadi peluang strategis bagi ASUS. Kebutuhan komputasi tinggi yang menyertai perkembangan AI sejalan dengan kompetensi perusahaan dalam menghadirkan perangkat keras berperforma tinggi.

“Kehadiran AI membutuhkan perangkat keras yang mumpuni, dan ini merupakan keahlian kami. ASUS memosisikan diri sebagai first mover laptop AI. Kami yakin kepemimpinan dalam inovasi ini akan menjadi katalis pertumbuhan bisnis ke depan,” pungkas Brama.

Selanjutnya: Peluang Cuan: 7 Emiten Buyback, Harga Saham Berpotensi Naik, Cek yang Layak Beli

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

×