Kredit menganggur di bank masih besar

Rabu, 02 Juni 2021 | 07:30 WIB   Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk
Kredit menganggur di bank masih besar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kredit menganggur di bank atau fasilitas kredit yang belum digunakan debitur masih besar meskipun kredit masih mengalami kontraksi.  Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit perbankan hingga April 2021 kontraksi 2,28% secara year on year (YoY).

Sementara kredit menganggur atau biasa disebut undisbursed loan per Maret 2021 mencapai Rp 1.669,7 triliun. Jumlah tersebut memang turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu namun sangat tipis yakni 0,1%. Sedangkan dibanding akhir 2020 masih terjadi peningkatan 1,6%.

Masih besarnya fasilitas kredit yang sudah diteken namun belum dieksekusi menunjukkan debitur masih hati-hati dalam melakukan ekspansi bisnis di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir hingga kini. 

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) misalnya mencatatkan undisbursed loan per Maret 2021 mencapai sebesar Rp 237 triliun. Executive Vice President Divisi Sekretariat dan Komunikasi Perusahaan BCA Hera F Haryn mengatakan, sudah ada beberapa sektor yang mencatatkan pencairan fasilitas kredit dengan baik diantaranya pengangkutan, perdagangan, dan komunikasi.  Namun, dia dia tidak merinci apakah posisi kredit menganggur BCA tersebut turun atau justru meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Baca Juga: Jaga stabilitas pasar keuangan domestik, ini penjelasan gubernur BI

BCA melihat bahwa permintaan kredit masih belum menggeliat saat ini. "Kami mencermati permintaan kredit di perbankan masih dalam proses pemulihan sejalan dengan adanya pandemi COVID-19 yang membatasi mobilitas dan mempengaruhi iklim bisnis," kata Hera pada Kontan.co.id, Senin (31/5).

Pada umum pelaku industri saat ini, menurut pengamatan BCA, masih mencermati upaya vaksinasi yang dilakukan pemerintah dan tren perkembangan pandemi. Meski begitu, kata Hera, BCA masih berharap pertumbuhan kredit tahun ini bisa tumbuh di kisaran 4%-6% ditopang kondisi likuiditas yang memadai dan harapan akan pemulihan ekonomi ke depan. 

Editor: Handoyo .
Terbaru