Ekonomi

Kredit Bank Sumut capai Rp 23,9 triliun pada Mei 2021

Jumat, 25 Juni 2021 | 06:35 WIB   Reporter: Maizal Walfajri
Kredit Bank Sumut capai Rp 23,9 triliun pada Mei 2021

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (Bank Sumut) berhasil mengerek pertumbuhan kredit saat industri masih mengalami kontraksi. Sekretaris Perusahaan Bank Sumut Syahdan Siregar Realisasi mengatakan, kredit Bank Sumut capai Rp 23,9 triliun per Mei 2021 .

“Nilai itu naik 1,83% dibandingkan year on year (yoy) sebesar Rp 23,5 triliun di Mei 2020. Sektor penopang antara lain dari kredit multiguna, kredit pensiun serta kredit program pemerintah dan kredit umum lainnya,” jelas dia kepada Kontan.co.id, Rabu (23/6).

Lebih lanjut, Bank Sumut terus berupaya untuk meningkatkan kredit hingga akhir tahun. Bank Sumut melakukan pendekatan dan ekspansi kredit dengan mengutamakan debitur existing serta menyalurkan kredit kredit program pemerintah.

Bank Indonesia (BI) mencatat kredit bank masih kontraksi sebesar 1,28% secara yoy. Pada bulan sebelumnya, kontraksi kredit mencapai 2,28% yoy. 

Baca Juga: Bank Mandiri catat pertumbuhan kredit 3,29% yoy per Mei 2021

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, fungsi intermediasi perbankan masih perlu didorong. "Di tengah kondisi likuiditas yang tetap longgar, intermediasi perbankan masih kontraksi walaupun sudah menunjukkan perbaikan," kata dia dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, beberapa waktu lalu.

Perry menjelaskan, perbaikan kredit ini didorong oleh membaiknya permintaan seiring dengan berlanjutnya pemulihan aktivitas korporasi yang tercermin antara lain dari meningkatnya penjualan, pajak yang dibayarkan, dan kemampuan bayar korporasi.

Berdasarkan analisis uang beredar Bank Indonesia (BI), kredit investasi masih kontraksi 3,2% yoy menjadi Rp 1.432,0 triliun per Mei 2021. Sedangkan kredit modal kerja turun 1,9% yoy menjadi Rp 2.466,8 triliun. Kredit konsumsi mampu tumbuh 1,3% yoy menjadi Rp 1.613,4 triliun. 

 

Selanjutnya: Rupiah masih melemah ke Rp 14.460 per dolar AS pada tengah hari ini (24/6)

 

Editor: Anna Suci Perwitasari
Terbaru