kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.843   41,00   0,24%
  • IDX 8.265   -25,61   -0,31%
  • KOMPAS100 1.168   -3,76   -0,32%
  • LQ45 839   -2,54   -0,30%
  • ISSI 296   -0,31   -0,10%
  • IDX30 436   -0,20   -0,04%
  • IDXHIDIV20 521   0,94   0,18%
  • IDX80 131   -0,34   -0,26%
  • IDXV30 143   0,44   0,31%
  • IDXQ30 141   0,17   0,12%

Kredit Bank Mulai Lancar Mengalir, Tumbuh 6,33% Per Februari 2022


Jumat, 18 Maret 2022 / 06:25 WIB
Kredit Bank Mulai Lancar Mengalir, Tumbuh 6,33% Per Februari 2022

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kredit perbankan agaknya mulai mengalir lancar tahun ini. Bank Indonesia (BI) mencatat, penyaluran kredit sudah tumbuh 6,33% yoy per Februari 2022.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, pertumbuhan kredit terjadi di berbagai kelompok bank, segmen kredit, dan sektor ekonomi, seiring berlanjutnya pemulihan aktivitas korporasi dan rumah tangga.

"Pemulihan kinerja korporasi terus berlanjut, yang tercermin dari perbaikan penjualan, kemampuan membayar, dan belanja modal," kata Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Kamis (17/3).

Baca Juga: GWM Naik, BI Serap Likuiditas Perbankan Sebesar Rp 55 Triliun

Sementara itu dari sisi penawaran, standar penyaluran kredit terus melonggar terutama di sektor industri dan perdagangan, seiring menurunnya persepsi risiko kredit. Pertumbuhan kredit UMKM juga meningkat sebesar 14,32% pada Februari 2022 yoy.

Dengan realisasi itu, BIĀ  memproyeksikan penyaluran kredit akan tumbuh di kisaran 6% - 8% hingga akhir 2022. Kenaikan itu akan didorong faktor domestik seperti permintaan kredit yang meningkat serta kondisi korporasi yang membaik.

"Sementara dari sisi penawaran kredit perbankan juga akan meningkatkan penyaluran kredit, termasuk pertumbuh kredit UMKM," kata Perry.

Baca Juga: BI: Tren Suku Bunga Perbankan Terus Turun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

×