Korea Utara Lakukan Provokasi, Militer Korea Selatan Respons dengan Cepat dan Tegas

Rabu, 06 Juli 2022 | 23:05 WIB   Reporter: SS. Kurniawan
Korea Utara Lakukan Provokasi, Militer Korea Selatan Respons dengan Cepat dan Tegas


KONTAN.CO.ID -  SEOUL. Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol pada Rabu (6/7) memerintahkan militer untuk dengan cepat dan tegas menghukum Korea Utara jika terjadi provokasi.

Perintah itu Yoon sampaikan saat memimpin pertemuan para komandan tinggi untuk pertama kalinya sejak menjabat sebagai Presiden Korea Selatan.

"(Presiden) memerintahkan militer untuk dengan cepat dan tegas menghukum Korea Utara jika melakukan provokasi," kata Kantor Kepresidenan Korea Selatan, seperti dikutip Yonhap.

Yon menggelar pertemuan dengan para komandan dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Korps Marinir di markas militer Gyeryongdae.

Baca Juga: Bikin Gerah Korea Utara, AS Kirim Jet Tempur Siluman ke Korea Selatan

"Dia menekankan, itu adalah misi militer untuk mempertahankan kehidupan, properti, wilayah, dan kedaulatan rakyat dengan segala cara, dan kita harus dengan tegas menunjukkan tekad kita untuk melakukannya," sebut Kantor Kepresidenan Korea Selatan.

Korea Utara telah melakukan serangkaian uji coba rudal jarak pendek hingga jauh sejak pelantikan Yoon pada Mei lalu, dan menunjukkan tanda-tanda mempersiapkan apa yang akan menjadi uji coba nuklir ketujuh.

Yoon menegaskan, setiap provokasi Korea Selatan akan Korea Selatan sambut dengan tanggapan yang kuat dan bersatu dalam koordinasi yang erat dengan Amerika Serikat. Tapi, juga menawarkan dialog dengan Pyongyang.

"Presiden Yoon menekankan, saat ketidakpastian keamanan di Republik Korea dan Asia Timur Laut tumbuh lebih dari sebelumnya, kita harus mengamankan kemampuan pertahanan yang kuat untuk mempertahankan keamanan negara dan kepentingan nasional," kata Kantor Kepresidenan Korea Selatan.

Baca Juga: Bikin Cemas, Kim Jong Un Perintahkan Penguatan Kemampuan Pertahanan Korea Utara

Yoon menyerukan untuk membangun kemampuan respons yang kuat, yang mencakup sistem tiga sumbu untuk mencegah penggunaan senjata nuklir dan rudal Korea Utara, serta mengurangi potensi provokasinya.

Sistem tiga sumbu mengacu pada Korea Massive Punishment and Retaliation, sebuah rencana operasional untuk melumpuhkan kepemimpinan Korea Utara dalam konflik besar; platform serangan preemptive Kill Chain; dan sistem Pertahanan Udara dan Rudal Korea.

Yoon juga mendesak para komandan militer untuk sepenuhnya berinvestasi dalam kecerdasan buatan dan platform sains juga teknologi lainnya untuk membantu mengatasi kekurangan pasukan dan mempersiapkan ancaman keamanan di masa depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru