Korea laporkan 5 kasus varian Omicron, saat infeksi Covid-19 tembus 5.000

Rabu, 01 Desember 2021 | 23:10 WIB Sumber: Yonhap,Yonhap
Korea laporkan 5 kasus varian Omicron, saat infeksi Covid-19 tembus 5.000

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Kasus harian Covid-19 di Korea Selatan menembus angka 5.000 untuk pertama kalinya pada Rabu (1/12) dan jumlah pasien yang sakit kritis mencapai titik tertinggi baru di tengah kekhawatiran atas penyebaran varian Omicron.

Korea Selatan melaporkan 5.123 kasus baru Covid-19, termasuk 5.075 infeksi lokal, meningkatkan total infeksi menjadi 452.350, menurut Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan (KDCA). 

Jumlah kasus harian tertinggi sebelumnya di negeri ginseng adalah 4.115 yang tercatat pada Rabu (24/11) pekan lalu.

Mengutip Yonhap, Korea Selatan mencatat 34 kematian lagi akibat Covid-19 pada Rabu, meningkatkan jumlah orang meninggal terinfeksi virus corona menjadi 3.658. Tingkat kematian mencapai 0,81%, naik dari 0,78% sebulan sebelumnya.

Pasien Covid-19 yang sakit kritis juga mencapai angka tertinggi sepanjang masa yaitu 723, menandai pertama kalinya menembus angka 700. Rekor harian sebelumnya adalah 661 yang dilaporkan pada Selasa (30/11).

Baca Juga: WHO: Varian Omicron akan terdeteksi di banyak negara

Baca Juga: Pesan CEO BioNTech: Jangan panik menghadapi varian Omicron

Kemunculan varian Omicron telah membuat Korea Selatan dalam siaga tinggi. Apalagi, mereka melaporkan lima kasus pertama varian Omicron pada Rabu (1/12), memicu kekhawatiran atas peningkatan tajam pada pasien dengan gejala parah.

Pasangan yang divaksinasi lengkap dinyatakan positif varian baru tersebut setelah tiba minggu lalu dari Nigeria, yang menularkan ke dua anggota keluarga dan seorang teman, menurut KDCA.

Menteri Dalam Negeri Jeon Hae-cheol pada Selasa menyatakan, pemerintah sedang mempertimbangkan langkah-langkah tambahan setelah memutuskan untuk menghentikan pelonggaran aturan jarak sosial lebih lanjut.

KDCA sebelumnya menyebutkan, tingkat risiko pandemi, sistem penilaian lima tingkat baru yang mereka perkenalkan minggu lalu untuk mengevaluasi tingkat risiko Covid-19, telah mencapai level tertinggi di wilayah ibu kota Korea Selatan.

Pejabat kesehatan mengatakan, menjadi tidak mungkin untuk beralih ke fase kedua dari skema "hidup dengan Covid-19" yang dimulai awal bulan lalu untuk kembali secara bertahap ke kehidupan normal.

Korea Selatan awalnya berencana untuk lebih melonggarkan pembatasan pada pertengahan Desember setelah empat minggu dari fase pertama.

Selanjutnya: Waspada! BMKG: Badai siklon tropis berpotensi hantam wilayah Indonesia di akhir tahun

Editor: S.S. Kurniawan
Terbaru