kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Konflik Rusia-Ukraina, BI: Rupiah Masih Terkendali


Selasa, 08 Maret 2022 / 08:15 WIB

Reporter: Bidara Pink | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memandang, konflik geopolitik antara Rusia dan Ukraina terukur terhadap pergerakan nilai tukar rupiah. 

Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Edi Susianto mengatakan, ini seiring dengan masih moncernya ekspor Indonesia sehingga mendatangkan valuta asing, serta masih adanya aliran masuk modal asing ke pasar keuangan dalam negeri (net inflows). 

“Kami melihat dampak nilai tukar rupiah masih terkendali karena peran suplai valuta asing (valas) dari eksportir Indonesia dan juga investor asing yang masuk ke pasar saham,” kata Edi kepada Kontan.co.id, Senin (7/3). 

Baca Juga: Konflik Rusia-Ukraina Dinilai Bisa Datangkan Berkah Bagi Nilai Tukar Rupiah

Edi juga menjelaskan, konflik kedua negara ini juga sebenarnya memberikan dampak langsung yang relatif terbatas pada Indonesia seiring dengan hubungan perdagangan dan keuangan yang tidak terlalu besar. 

Kalaupun ada dampak, Edi melihat ini datang dari transmisi kenaikan harga minyak, volatilitas di pasar keuangan global, serta dampak terhadap kebutuhan energi negara-negara Eropa yang banyak disuplai oleh Rusia. 

Akan tetapi, ia juga menegaskan bahwa dampak ini tidak hanya dirasakan oleh Indonesia. Namun, dirasakan oleh hampir seluruh negara terutama di negara berkembang. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS Inventory Management: From Chaos to Control

×