Ekonomi

Kondisi pasar membaik, Gunung Raja Paksi (GGRP) yakin cetak laba tahun ini

Senin, 12 April 2021 | 05:15 WIB   Reporter: Dimas Andi
Kondisi pasar membaik, Gunung Raja Paksi (GGRP) yakin cetak laba tahun ini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten baja, PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) sebenarnya mengalami penurunan penjualan bersih sebesar 25,56% (yoy) menjadi US$ 613 juta pada tahun 2020. Namun, sisi positifnya, GGRP sanggup mengurangi rugi bersih di tahun lalu sebesar 56,90% (yoy) menjadi US$ 8,95 juta.

Director of Public Relation Gunung Raja Paksi Fedaus menyampaikan, penurunan rugi bersih tersebut disebabkan upaya GGRP yang telah melakukan efisiensi biaya dan optimalisasi arus kas. Alhasil, perusahaan ini mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia sepanjang tahun lalu.

Memang, harus diakui bahwa pandemi Corona mengakibatkan permintaan produk baja dari sektor infrastruktur tampak mandek, sehingga mempengaruhi hasil penjualan GGRP. “Namun, perusahaan berhasil menurunkan rugi bersih tahun 2020 jika dibandingkan tahun 2019,” imbuh dia, Minggu (11/4).

Baca Juga: Perusahaan Gas Negara (PGAS) bukukan kerugian tahun lalu, ini rekomendasi analis

Fedaus yakin, seiring mulai maraknya kembali pembangunan infrastruktur di tahun 2021, maka permintaan baja batangan maupun baja lembaran yang diproduksi GGRP akan meningkat. Kondisi ini memungkinkan bisnis GGRP untuk tumbuh lebih baik di tahun 2021.

Lantas, Manajemen GGRP memproyeksikan mampu mencetak laba bersih sekitar US$ 5 juta—US$ 10 juta. Di saat yang sama, perusahaan ini berhadap dapat menjual sekitar 1 juta ton baja. Angka ini lebih rendah ketimbang proyeksi penjualan baja GGRP di tahun 2020 sebesar 1,5 juta ton.

“Walau angka tersebut masih kecil, namun setidaknya sudah mengarah ke rebound dari kondisi saat ini,” ujar dia.

GGRP juga berusaha mengembangkan penjualan ekspor baja di tahun ini. Apalagi, kontribusi penjualan ekspor GGRP baru mencapai kisaran 5% dari total penjualan bersih perusahaan. Dalam catatan Kontan, GGRP mengekspor baja ke sejumlah negara di Asia, Australia, Amerika, Eropa, dan Afrika.

Baca Juga: Waskita Karya (WKST) yakin dapat memperbaiki kinerja tahun ini

Lebih lanjut, GGRP menyediakan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$ 60 juta pada tahun 2021. Dana tersebut rencananya dipakai untuk meningkatkan (upgrade) fasilitas produksi Light Section Mill (LSM) and Medium Section Mill (MSM) dalam 1—2 tahun mendatang.

Fedaus menyebut, peningkatan fasilitas produksi LSM dan MSM tersebut tidak serta merta bertujuan untuk menambah kapasitas produksi semata, melainkan juga peningkatan yield proses produksi baja batangan yang pada akhirnya akan mampu mendongkrak margin laba GGRP. “Saat ini kapasitas produksi GGRP masih sangat cukup hingga maksimal 2,8 juta ton,” tandas dia.

Selanjutnya: Laba Mitra Pinasthika Mustika (MPMX) anjlok 56,51% pada 2020

 

Editor: Tendi Mahadi
Terbaru