Klaim Surrender di Asuransi Jiwa Alami Peningkatan, Ini Kata Pelaku Industri

Rabu, 07 September 2022 | 09:40 WIB   Reporter: Adrianus Octaviano
Klaim Surrender di Asuransi Jiwa Alami Peningkatan, Ini Kata Pelaku Industri


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kekhawatiran akan kenaikan inflasi terlebih didorong oleh kenaikan harga BBM kini mulai membayangi industri asuransi jiwa. Khususnya, terkait klaim surrender yang biasa digunakan pemegang polisnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) OJK, Ogi Prastomiyono pernah mewanti-wanti adanya beban klaim yang meningkat dengan adanya kenaikan inflasi.

Melihat data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) pada periode enam bulan pertama tahun ini, data klaim surrender di industri asuransi jiwa mengalami kenaikan tipis 0,5% secara tahunan menjadi Rp 43,58 triliun.

Meskipun hanya naik tipis, klaim surrender ini memiliki kontribusi terbesar terhadap total pembayaran klaim dan manfaat pada periode ini. Dimana, kontribusinya mencapai sekitar 51,9% baru diikuti klaim akhir kontrak yang berkontribusi 11,5%.

Baca Juga: Lima Orang Diperiksa Sebagai Saksi dalam Perkara PT Asuransi Jiwa Taspen

Hanya saja, Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon menampik kenaikan dari klaim surrender ini sudah dipengaruhi oleh adanya inflasi. Sebab, di periode semester I yang lalu, inflasi di Indonesia dinilai masih terjaga.

Sementara itu, Budi juga menjelaskan bahwa ini bukan pertama kalinya industri asuransi menghadapi dampak inflasi. Dengan melihat kondisi yang sekarang, ia masih optimistis tumbuh karena kenaikan BBM menurutnya tidak berlebihan.

“Seberapa besar inflasinya harus kita lihat dulu beberapa bulan ke depan, kalau tinggi mungkin akan dampaknya ke industri asuransi jiwa seperti dengan industri-industri lainnya,” ujar Budi dalam konferensi pers, Selasa (6/9).

Dari sisi pemain, Direktur Keuangan BNI Life Eben Eser Nainggolan bilang BNI Life telah melihat kenaikan klaim surrender di Agustus lalu. Dimana, ada kenaikan hingga 20% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu dengan nilainya mencapai Rp 861 miliar.

Eben merinci ada lebih dari 25 ribu polis yang melakukan surrender dan partial withdrawal. Dari jumlah polis tersebut, lebih dari 48% merupakan produk unit link dan sisanya non unit link.

Baca Juga: Duh, OJK Tingkatkan Sanksi PKU untuk Wanaartha Life

Ia menyebut pihaknya sudah memperhitungkan kenaikan surrender pada rencana bisnis di 2022 berdasarkan analisa kondisi makro ekonomi.

“Kondisi yang terjadi saat ini masih dalam kontrol perusahaan,” ujar Eben kepada KONTAN, Selasa (6/9).

Untuk mengantisipasi, Eben bilang akan meningkatkan upaya di sisi penjualan dalam melakukan proses collection terhadap premi lanjutan (renewal). Di samping itu, perusahaan juga meningkatkan penjualan di bisnis baru melalui sinergi dengan BNI Group sebagai upaya dalam mengantisipasi pengurangan aset terhadap klaim surrender.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi

Terbaru