Kinerja Premi Asuransi Perjalanan Terkerek Pasca Pelonggaran Mobilitas Masyarakat

Selasa, 12 Juli 2022 | 08:00 WIB   Reporter: Selvi Mayasari
Kinerja Premi Asuransi Perjalanan Terkerek Pasca Pelonggaran Mobilitas Masyarakat


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejalan perbaikan ekonomi di tahun ini dan kebijakan pemerintah dalam melonggarkan syarat melakukan perjalanan baik wisata maupun perjalanan haji, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) melihat peluang besar dan optimis terhadap meningkatnya permintaan dan pertumbuhan asuransi perjalanan. 

Apalagi Direktur Eksekutif AAUI Bern Dwyanto menyebut, dengan perkembangan digital saat ini yang semakin membaik sehingga asuransi dapat bertumbuh baik seiring pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Hingga Mei 2022 premi Asuransi Perjalanan diperkirakan mencapai Rp 250 miliar - Rp 300 miliar," kata Bern kepada kontan.co.id, Senin (11/7).

Bern memaparkan, dalam mendorong peningkatan pada asuransi perjalanan, yaitu dengan adanya kebijakan pemerintah dalam melonggarkan perjalanan domestik maupun luar negeri, kerjasama dengan travel agent perjalanan wisata baik domestik maupun luar negeri.

Baca Juga: Perekonomian Indonesia Pulih, Aset Industri Asuransi Umum Terus Bertumbuh

Selain itu, melakukan kerjasama dengan penyelenggara perjalanan haji/umroh melalui AMPHURI (Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia) dan HIMPUH (Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji) maupun wisata religius agama lainnya, dan melakukan kerjasama dengan maskapai penerbangan

Mengacu pada premi asuransi perjalanan pada tahun 2019 (sebelum pandemi) yaitu sebesar Rp 765 miliar, animo masyarakat yang tinggi dalam melakukan perjalanan setelah vakum selama pandemi, pelaku asuransi perjalanan yang mulai bangkit Kembali, dan tren digitalisasi di industri asuransi umum, Bern berharap tahun 2022 ini asuransi perjalanan dapat mencapai premi di angka Rp 500 miliar - Rp 600 miliar.

Salah satu pemain asuransi Siams Insurtech juga mencatatkan adanya kenaikan premi pada lini bisnis asuransi perjalanan, yang hingga Juni 2022 mencapai Rp 10,5 miliar. Seiring dengan adanya geliat peningkatan perolehan premi terutama dari online travel / ticketing agency.

Baca Juga: Awal Tahun 2022 Klaim Asuransi Kredit Membengkak

"Kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya ada peningkatan cukup signifikan, tahun sebelumnya hanya mencapai Rp 7 miliar" ujar Teguh.

Dengan optimisme mulai dilonggarkannya aturan perjalanan, Teguh optimis premi pada lini bisnis asuransi perjalanan bisa mencapai Rp 25 miliar hingga akhir tahun ini. Asuransi perjalanan memang berkontribusi sekitar 5% dari total premi perusahaan.

Guna mendongkrak kinerja dari lini asuransi perjalanan, pihaknya telah menggandeng lebih banyak partner dari pelaku usaha e-commerce untuk memasarkan produknya, atau melakukan kerjasama dengan online travel agency/ticketing.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru