kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.027.000   167.000   5,84%
  • USD/IDR 16.805   20,00   0,12%
  • IDX 7.923   -406,88   -4,88%
  • KOMPAS100 1.108   -57,53   -4,94%
  • LQ45 806   -27,29   -3,27%
  • ISSI 278   -19,24   -6,46%
  • IDX30 421   -8,88   -2,07%
  • IDXHIDIV20 505   -4,36   -0,85%
  • IDX80 123   -5,79   -4,48%
  • IDXV30 135   -3,57   -2,57%
  • IDXQ30 137   -1,44   -1,04%

Kinerja Otomotif 2025: Ekspor Mobil Pecahkan Rekor, Bagaimana Penjualan Lokal?


Selasa, 03 Februari 2026 / 03:44 WIB
Kinerja Otomotif 2025: Ekspor Mobil Pecahkan Rekor, Bagaimana Penjualan Lokal?
ILUSTRASI. Penjualan mobil domestik RI hanya 803 ribu unit, padahal ekspor tembus rekor tertinggi. (Dok/IPCC)

Reporter: Leni Wandira | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Kinerja ekspor kendaraan roda empat Indonesia mencatatkan pertumbuhan signifikan sepanjang 2025, meskipun pasar domestik masih melemah dan produksi di sejumlah segmen, termasuk truk, mengalami penurunan.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan ekspor mobil utuh atau completely built up (CBU) mencapai 518.212 unit pada 2025. Angka tersebut tumbuh 9,7% secara tahunan (year on year/YoY) sekaligus menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah industri otomotif nasional.

Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara mengatakan, capaian ekspor tersebut menjadi penopang penting industri otomotif nasional di saat penjualan kendaraan di dalam negeri belum kembali ke level normal.

“Biasanya kita jualan bisa di atas 1 juta unit, sekarang kita hanya sekitar 800.000 unit. Kemarin alhamdulillah tembus 803.000 unit. Tapi yang menarik, ekspor kita juga tembus all time high di kisaran 518.000 unit,” ujar Kukuh kepada media di Jakarta, Jumat (30/1).

Kukuh mengakui penurunan produksi tidak hanya terjadi pada kendaraan komersial, tetapi hampir di seluruh segmen kendaraan. Namun demikian, peningkatan ekspor dinilai menjadi sinyal positif daya saing industri otomotif Indonesia di pasar global.

Baca Juga: Diskon LCGC Februari: Brio Tembus Rp25 Juta, Cek Juga Harga Agya & Calya

Dari sisi produsen, ekspor CBU masih didominasi pabrikan asal Jepang. Toyota menjadi eksportir terbesar dengan kontribusi lebih dari sepertiga total ekspor nasional, disusul Daihatsu dan Mitsubishi Motors. Kehadiran produsen non-Jepang seperti Hyundai juga semakin memperkuat struktur ekspor otomotif Indonesia.

Selain kendaraan CBU, ekspor kendaraan dalam bentuk terurai atau completely knocked down (CKD) juga mencatat pertumbuhan signifikan. Sepanjang 2025, ekspor CKD mencapai 63.263 unit, melonjak 36,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Mitsubishi Motors menjadi kontributor utama ekspor CKD, diikuti Hyundai dan Suzuki.

Di sisi lain, ekspor komponen otomotif justru mengalami kontraksi. Sepanjang 2025, ekspor komponen tercatat turun 7,3% menjadi 141,9 juta potong dari sebelumnya 153 juta potong. Mayoritas ekspor komponen masih disuplai Toyota dengan kontribusi lebih dari 90%.

Menurut Kukuh, peningkatan ekspor kendaraan tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, baik pelaku industri maupun pemerintah melalui sejumlah kementerian. Upaya penjajakan pasar baru terus dilakukan guna memperluas tujuan ekspor kendaraan nasional.

Tonton: Terungkap di Persidangan, Anak Buah Nadiem Ramai-Ramai Terima Aliran Uang Chromebook

“Kita syukuri saja bahwa ekspor meningkat dan mencetak rekor tertinggi. Kita terus kerja keras bersama, baik pelaku industri maupun pemerintah, misalnya dengan kementerian luar negeri dan perdagangan. Kita ingin ekspor ke Meksiko lebih baik, ke Timur Tengah juga,” katanya.

Gaikindo menilai tren ekspor yang terus meningkat menjadi bantalan penting bagi industri otomotif nasional di tengah perlambatan permintaan domestik. Dengan penetrasi pasar yang semakin luas dan diversifikasi negara tujuan, ekspor diharapkan tetap menjadi salah satu motor pertumbuhan industri otomotif Indonesia pada tahun-tahun mendatang.

Selanjutnya: Pesan OJK untuk Investor Saat Pasar Saham Kebakaran

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait


TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

×