kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.695.000   18.000   0,67%
  • USD/IDR 17.869   44,00   0,25%
  • IDX 6.483   80,68   1,26%
  • KOMPAS100 837   7,57   0,91%
  • LQ45 637   4,58   0,72%
  • ISSI 228   5,22   2,34%
  • IDX30 356   2,33   0,66%
  • IDXHIDIV20 433   2,50   0,58%
  • IDX80 96   0,77   0,82%
  • IDXV30 120   1,00   0,84%
  • IDXQ30 113   0,83   0,74%

Kinerja Ekspor Tahun Depan Diproyeksi Tak Semoncer Tahun Ini


Rabu, 19 Oktober 2022 / 05:10 WIB

Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -   JAKARTA. Indonesia harus bersiap karena surplus neraca perdagangan ke depan akan semakin menyusut. Bahkan, terbuka kemungkinan neraca dagang bakal mencetak defisit setelah dua tahun lebih selalu mencetak surplus.

Tanda-tanda penurunan surplus neraca dagang mulai terlihat.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor per September 2022 sebesar US$ 24,80 miliar, atau mengalami penurunan 10,99% month to month (mtm). Melandainya kinerja ekspor lantaran normalisasi harga komoditas andalan, ditambah turunnya permintaan global.

"Ada penurunan ekspor komoditas unggulan, seperti besi dan baja, minyak kelapa sawit, dan batubara karena penurunan harga. Kemudian, permintaan di pasar juga turun," terang Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto, Senin (17/10).

Baca Juga: Ekonom: Ke Depan, Surplus Neraca Perdagangan Akan Berkurang

BPS mencatat, nilai ekspor besi dan baja sebesar US$ 2,1 miliar, turun 8,69% mtm, dengan penurunan volume ekspor sebesar 6,7% mtm. Ekspor minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) tercatat US$ 2,4 miliar, juga turun 35,13% mtm, dengan penurunan volume 29,16% mtm.

Sementara nilai ekspor batubara tercatat US$ 4,2 miliar, turun 4,54% mtm. Namun, volume ekspor batubara terpantau naik 1,21% mtm. Salah satunya, didorong oleh ekspor batubara ke Uni Eropa yang tercatat US$ 161,69 juta, naik 68,05% mtm, dan tertinggi dalam empat tahun terakhir.

Dari sisi harga, CPO, bijih besi, minyak mentah, dan gas alam, masing-masing turun 11,37%, 8,31%, 8,08%, dan 11,64% mtm. Adapun harga untuk komoditas nikel dan batubara masing-masing naik 3,63% dan 1,01% mtm.

Sementara itu, nilai impor bulan lalu mencapai US$ 19,81 miliar, juga turun 10,58% mtm. Berdasarkan penggunaan, penurunan impor terdalam terjadi pada impor konsumsi 14,13% mtm. Disusul oleh impor bahan baku dan barang modal yang masing-masing turun 11,07% dan 6,39% mtm.

Baca Juga: BPS Catat Nilai Impor Bulan September 2022 Turun 10,58%



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

×