Kimia Farma (KAEF) dan Pertamedika IHC Kerja Sama Sinergi Layanan Klinik Kesehatan

Kamis, 22 September 2022 | 08:00 WIB   Reporter: Dimas Andi
Kimia Farma (KAEF) dan Pertamedika IHC Kerja Sama Sinergi Layanan Klinik Kesehatan


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan PT Pertamina Bina Medika Indonesia Healthcare Corporation (IHC) menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) untuk sinergi layanan klinik kesehatan yang dimiliki kedua perusahaan.

Direktur Utama Kimia Farma David Utama menyampaikan, melalui sinergi antar sesama BUMN ini, peran BUMN sebagai agen pembangunan dapat terwujud sehingga masyarakat dapat merasakan pelayanan kesehatan yang terintegrasi dan komprehensif di seluruh pelosok Tanah Air.

Asal tahu saja, KAEF memiliki 410 klinik kesehatan yang dikelola anak usahanya, PT Kimia Farma Diagnostika (KFD). Di sisi lain, IHC memiliki 75 rumah sakit dan 143 klinik kesehatan di seluruh Indonesia. Dengan kerja sama ini, maka 553 klinik kesehatan antara KAEF dan IHC akan saling terintegrasi.

"Tentunya ini akan mewujudkan program pemerintah yang ingin meningkatkan ketahanan kesehatan nasional," ujar David ketika ditemui Kontan, Rabu (21/9).

Baca Juga: Begini Penjelasan Kalbe Farma (KLBF) Soal Investasi Samudera Indonesia di Anak Usaha

Ia juga memastikan, proses transisi dari MoU hingga penuntasan integrasi layanan klinik kesehatan antara KAEF dan IHC akan berlangsung cepat, atau dalam hitungan bulan saja.

Kolaborasi klinik kesehatan KAEF dan IHC akan memperluas layanan open provider Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan membuka akses rujukan
prioritas dari klinik Kimia Farma ke rumah sakit jaringan IHC.

Di samping itu, klinik utama KAEF dan IHC sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan (FKTL) yang bekerja sama dengan BPJS akan menjadi feeder klinik utama. Kerja sama ini juga memungkinkan rumah sakit IHC dan laboratorium KAEF mengimplementasikan program rujuk-merujuk pemeriksaan laboratorium.

 

 

Layanan lain dari sinergi kluster BUMN sektor kesehatan ini adalah IHC Telemed, di mana tenaga medis pada klinik KAEF yang tidak memiliki spesialis atau sub-spesialis dapat melakukan telekonsul dengan spesialis atau sub-spesialis di jaringan rumah sakit IHC melalui aplikasi IHC Telemed.

Di kesempatan yang sama, Plt Direktur Utama IHC Mira Dyah Wahyuni menambahkan, upaya sinergi BUMN ini merupakan tindak lanjut pencapaian visi BUMN untuk menciptakan ekosistem kesehatan di Indonesia dalam klaster BUMN Kesehatan.

"Ini sejalan dengan peran IHC sebagai Holding rumah sakit dan membangun layanan kesehatan yang berkelanjutan. Alhasil, melalui kerja sama ini IHC dapat semakin menjangkau seluruh masyarakat," tandas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru