kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.315.000 0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ketidakpastian Tinggi, Ekonom: Belum Ada Peluang Penurunan Suku Bunga BI di 2023


Minggu, 28 Mei 2023 / 05:30 WIB
Ketidakpastian Tinggi, Ekonom: Belum Ada Peluang Penurunan Suku Bunga BI di 2023

Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Mandiri melihat, tidak ada celah penurunan suku bunga acuan pada tahun 2023.

Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman mengungkapkan, ini seiring dengan ketidakpastian yang masih terjadi baik di dalam negeri maupun di level global. 

"Dengan melihat perkembangan di kedua sisi, kami melihat bahwa BI akan mempertahankan suku bung acuan di level 5,75% hingga akhir tahun 2023," terang Faisal kepada Kontan.co.id, Kamis (25/5). 

Faisal mengungkapkan, tantangan utama ke depan dari sektor eksternal, masih terkait dengan ketidakpastian arah kebijakan suku bunga global, khususnya di Amerika Serikat (AS). 

Baca Juga: Ekonom: Peluang Penurunan Suku Bunga Acuan di Tahun Ini Sangat Kecil

Amerika Serikat dihadapkan pada level inflasi yang tetap relatif tinggi, meski memang sudah ada penurunan. 

Inflasi yang membandel membuat tren suku bunga tinggi akan berlangsung lama di AS. Belum lagi ada masalah plafon utang (debt ceiling) yang meningkatkan risiko resesi. 

Dari sisi domestik, inflasi memang terus menurun. Pada April 2023, inflasi Indonesia sebesar 4,33% yoy atau lebih rendah dari 4,99% yoy pada bulan sebelumnya. 

Namun, risiko ketidakpastian global memberi tekanan pada nilai tukar rupiah dan kemudian memperbesar risiko peningkatan inflasi impor (imported inflation). 

Inflasi pangan juga belum bebas ancaman. Mengingat, ada potensi El Nino pada semester II-2023 yang bisa menyulut kenaikan harga pangan. 

Dengan kondisi tersebut, Faisal memperkirakan penurunan suku bunga acuan baru akan terjadi di kuartal I-2024. 

"Secara keseluruhan kami mengharapkan BI menahan suku bunga acuan hingga sisa tahun 2023 sembari waspada perkembangan global yang masih tidak pasti," tandas Faisal. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×