Kenaikan Suku Bunga BI, Tidak Berdampak Signifikan Terhadap Penjualan Produk PPRO

Selasa, 27 September 2022 | 07:00 WIB   Reporter: Venny Suryanto
Kenaikan Suku Bunga BI, Tidak Berdampak Signifikan Terhadap Penjualan Produk PPRO


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan dalam Rapat Dewan Gubernur BI September 2022. Kali ini, BI mengerek BI 7-Days Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 4,25%.

Menanggapi itu, VP Corporate Secretary PT PP Properti Tbk (PPRO), Ikhwan Putra mengatakan terkait dengan kenaikan suku bunga acuan oleh BI, perseroan memproyeksikan tidak akan berdampak signifikan pada penjualan produk PPRO dengan skema pembayaran KPA/KPR. 

“Hal ini dikarenakan konsumen dapat memanfaatkan promo bunga flat yang menarik dari perbankan untuk masa awal cicilan (1-5th) pertama,” ujar dia kepada Kontan.co.id, Senin (26/9). 

Baca Juga: PP Properti (PPRO) Telah Bayar Lunas Obligasi dan MTN yang Jatuh Tempo Tahun 2022

Meski demikian, untuk mengantisipasinya, PPRO akan memberikan solusi dalam penyesuaian harga diskon dan promo menarik guna menjembatani konsumen dalam membeli hunian.  

Selain itu, sampai dengan September 2022, PPRO memastikan bahwa pelanggan masih bisa memanfaatkan relaksasi PPN oleh Pemerintah serta ditambah promo menarik dari Perbankan untuk program KPR/KPA yang memberikan bunga flat cukup rendah di 5 tahun pertama.

Ikhwan menambahkan, dari sisi korporasi, strategi yang dilakukan oleh PPRO dalam menanggapi kenaikan suku bunga oleh BI yakni dengan melakukan refinancing. Menurutnya, profil kewajiban yang berpengaruh terhadap kenaikan suku bunga hanya sebesar 20% dari total kewajiban, sisanya menggunakan suku bunga tetap. 

“PPRO akan melakukan refinancing dan menggabungkan upaya tersebut dengan melakukan asset recycling terhadap divestasi lahan dan saham untuk mengurangi cost of fund perusahaan,” jelasnya. 

 

 

Sebagai informasi tambahan, dalam penjualan produk-produk properti, perseroan mencatatkan porsi penjualan KPR bisa mencapai 61% terhadap total penjualan hingga saat ini. 

Sementara, total marketing sales yang sudah dicapai oleh PPRO hingga saat ini mencapai Rp 700 Miliar. Raihan ini dikontribusi dari penjualan Grand Dharmahusada Lagoon di Surabaya, The Alton Apartemen di Semarang, Gunung Putri Square di Bogor, Begawan di Malang serta ditambah dengan recurring income dari mall, dan hotel.

PPRO pun optimis mencapai target yang sudah di bidik Rp 1,2 triliun akan tercapai hingga akhir tahun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru