Kenaikan Kasus Covid-19 Sejalan dengan Adanya Subvarian Baru

Senin, 13 Juni 2022 | 09:05 WIB   Reporter: Lailatul Anisah
Kenaikan Kasus Covid-19 Sejalan dengan Adanya Subvarian Baru


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali merilis data perkembangan covid-19 di Indonesia pada Jum’at (10/6). Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Mohammad Syahril mengatakan, kasus Covid-19 kembali meningkat setelah 38 hari libur Lebaran 2022. Pada Jum’at (10/6) kemarin dia menyatakan ada kenaikan kasus sebanyak 558 kasus.

Dalam tren kenaikan kasus kali ini Kemenkes juga menemukan subvarian baru yaitu varian BA4 dan BA5. Dia menyatakan bahwa subvarian baru ini merupakan turunan dari varian omicron.

“Paska lebaran hari ke 28, Kemenkes menemukan adanya subvarian baru yaitu BA4 dan BA5. Varian ini sudah ada di beberapa negara sebelumnya, dan baru ditemukan di Indonesia pada pasca Lebaran hari ke 28,” kata dia pada konferensi pers, Jum’at (10/6).

Seluruh varian itu pertama kali ditemukan pada Senin (6/6) pada empat orang pada orang. Adapun dari keempat orang tersebut , tiga di antaranya merupakan warga negara asing (WNA) dan hanya satu yang merupakan warga negara Indonesia.

Baca Juga: Kasus Varian Baru Omicron Mendaki, Menko Luhut Beberkan Strategi Menghadapi

“Mereka terdeteksi terjangkit virus varian BA4 dan BA5 pada saat entry swab test di Bali,” imbuh Syahril.

Meski demikian, Syahril mengatakan, kondisi Covid-19 saat ini masih terkendali. Hal itu ditandai dengan angka positivity rate di bawah 5% dan transmisi komunitas yang rendah.

"Positivity rate kita 1,15% sementara standar WHO di bawah 5%, transmisi komunitas di Indonesia masih rendah 1,03 per 100.000 per minggu, sementara Level 1 oleh WHO di bawah 20 kasus," tutur dia.

Lebih lanjut, Syahril mengatakan, kasus tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit (bed occupancy rate) di bawah 5% dan kasus kematian per minggu di bawah 1%.

"Angka-angka ini menunjukkan kita semua walaupun ada kenaikan kasus setelah Lebaran 1 bulan ini, tapi angka-angka standar yang diberikan WHO kita masih di bawah standar semua," ucap dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi

Terbaru