kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,52%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Kenaikan Harga Minyak Dunia Berpotensi Mendorong Peningkatan Investasi


Kamis, 17 Maret 2022 / 08:05 WIB
Kenaikan Harga Minyak Dunia Berpotensi Mendorong Peningkatan Investasi

Reporter: Filemon Agung | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan penambahan program kerja seiring tren peningkatan harga minyak dunia.

Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno mengungkapkan, kenaikan harga minyak dunia berpotensi mendorong peningkatan investasi. Terlebih, SKK Migas berencana meningkatkan rencana kerja untuk tahun ini.

"Potensi peningkatan investasi ada karena mau menambah program kerja baik pemboran maupun workover dan well service yang memerlukan tambahan drilling rig dan services lainnya," kata Julius kepada Kontan, Rabu (16/3).

Julius mengungkapkan, saat ini pihaknya masih melakukan identifikasi dan pembahasan agar bisa segera mendapatkan persetujuan untuk penambahan program kerja. Demi menjaga minat investasi di tengah tren harga yang positif saat ini, Julius memastikan, SKK Migas berupaya memfasilitasi kemudahan berbisnis sektor hulu.

Baca Juga: Harga Migas Terus Meningkat, Sektor Hulu Diharapkan Mencapai Target Tahun 2022

Sejumlah upaya yang dilakukan meliputi percepatan proses perizinan hingga pemberian insentif demi mendorong keekonomian proyek.

Julius mengungkapkan, saat realisasi produksi hulu migas masih belum mencapai target. Salah satu faktor penyebabnya yakni adanya unplanned shutdown di ExxonMobil Cepu Ltd dan Pertamina Hulu Rokan (PHR). Selain itu, pada saat bersamaan terjadi planned shutdown di LNG Tangguh Train-2 selama sebulan untuk perawatan atau maintenance.

Meski tak merinci besaran realisasi sejauh ini, namun Julius mengungkapkan tren produksi mulai meningkat. Merujuk laman resmi SKK Migas, produksi minyak bumi per 28 Februari 2022 mencapai 621,3 MBOPD sementara produksi gas bumi mencapai 6.402 MMSCFD. Secara total produksi migas mencapai 1.764 MBOEPD.

Selain itu nilai investasi hingga akhir Februari 2022 mencapai US$ 1,6 miliar. Julius melanjutkan, saat ini kegiatan pemboran masih terus berjalan. "Pemboran eksplorasi masih 4 sumur ditajak sampai hari ini dan sumur pengembangan sudah ditajak sekitar 120 sumur," ungkap Julius.

Kontan mencatat, SKK Migas menargetkan lifting 2022 untuk minyak sebesar 703 ribu BOPD dan lifting gas 5.800 MMSCFD. Selain itu, untuk pengeboran eksplorasi akan mencapai 42 sumur atau meningkat dari capaian tahun 2021 yang sebanyak 28 sumur. 

Baca Juga: SKK Migas Mendorong Komitmen TKDN 2022 Mencapai Rp 45 triliun

Selanjutnya, pengeboran sumur pengembangan bakal meningkat signifikan menjadi 790 sumur dari realisasi 2021 yang sebanyak 480 sumur.

Kemudian, untuk sumur kerja ulang (workover) akan mencapai 581 sumur dari capaian thaun lalu sebanyak 566 sumur. Peningkatan kinerja juga dilakukan melalui kegiatan well service dari 22.790 kegiatan pada tahun lalu menjadi 29.582 kegiatan di tahun ini.

Sekadar informasi, pada tahun ini SKK Migas menargetkan ada tambahan 12 proyek migas yang bakal onstream. kehadiran 12 proyek migas ini bakal mendongkrak produksi minyak sebesar 19.000 barel oil per day (bopd) dan gas sebesar 567 MMSCFD. Adapun, nilai investasinya mencapai US$ 1,35 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×