kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Kenaikan harga jagung tidak berdampak signifikan bagi Widodo Makmur Unggas (WMUU)


Rabu, 03 November 2021 / 08:25 WIB
ILUSTRASI.

Reporter: Dimas Andi | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) menganggap tren kenaikan harga komoditas jagung tidak berdampak signifikan terhadap kelangsungan bisnis perusahaan tersebut.

Wahyu Andi Susilo, Chief Finance Officer Widodo Makmur Unggas mengatakan, model bisnis WMUU terfokus pada sektor downstream atau hulu dengan output produk berupa daging ayam, boneless, dan ayam utuh (parting). Proses produksi WMUU yang paling besar terjadi di fasilitas Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU).

“Dengan kontribusi terbesar kami berasal dari aktivitas produksi di RPHU, maka dari itu fenomena kenaikan harga jagung tidak berdampak signifikan bagi perusahaan,” ungkap dia, Selasa (2/11).

Baca Juga: Widodo Makmur Unggas (WMUU) yakin kinerjanya dalam tren positif sampai akhir tahun

 

Dia menyebut, biaya pakan secara umum di industri unggas merupakan salah satu pos biaya tebesar dengan porsi mencapai 60%--70% dari total biaya produksi. Dalam hal ini, kontribusi jagung sebagai bahan baku bisa mencapai 60% dari formula pakan unggas. Namun, hal ini tidak berefek besar lantaran WMUU berfokus pada sektor hulu perunggasan.

Adapun sebagai langkah antisipasi, WMUU bersama dengan entitas induk yaitu PT Widodo Makmur Perkasa juga akan mengembangkan lahan jagung untuk dapat mendukung kebutuhan jagung internal.

Sekadar catatan, Widodo Makmur Perkasa bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun ini. Perusahaan ini merupakan holding yang membawahi lima lini bisnis, yakni peternakan sapi terintegrasi, pengolahan makanan berbasis daging, peternakan ayam terintegrasi, komoditas pertanian, serta konstruksi dan energi terbarukan.

Selanjutnya: Widodo Makmur Perkasa incar dana Rp 1,83 triliun lewat IPO, ini rencana penggunaannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

×