kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Kementerian ESDM: Potensi energi surya di Nusa Tenggara Timur mencapai 66 GW


Kamis, 04 Maret 2021 / 10:50 WIB

Reporter: Filemon Agung | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan potensi teoritis energi surya di Provinsi Nusa Tenggara Timur mencapai 66 GW.

"Potensi energi surya di Nusa Tenggara Timur sangat besar dengan tingkat radiasi tinggi, curah hujan jarang jadi kalau kita lihat potensi teoritis bisa 66 ribu MW," kata Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam diskusi virtual, Rabu (3/3).

Baca Juga: Menteri ESDM: PLTS dan PLTA bakal jadi tumpuan EBT

Arifin menjelaskan, dari total potensi 66 GW maka potensi teknis energi surya mencapai hampir 10 GW atau sekitar 9,9 GW. Arifin memastikan pengembangan PLTS memang bakal jadi tumpuan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) beberapa tahun ke depan. "Kita fokus dengan PLTS karena sekarang bisa ditawarkan dengan harga murah terutama PLTS yang hybrid dengan PLTA," jelas Arifin.

Arifin menambahkan, untuk tahun 2021 hingga 2030 mendatang penambahan PLTS ditargetkan mencapai 5,3 GW yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia.

Pengembangan PLTS juga bakal dilakukan lewat implementasi PLTS Terapung di Waduk dan Danau serta PLTS Atap.

Selanjutnya: Pertamina memulai program pengembangan EBT

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

×