kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45987,90   -2,03   -0.21%
  • EMAS1.164.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Kementan sebut pengajuan impor hortikultura capai 157.052 ton


Rabu, 20 Januari 2021 / 05:45 WIB
Kementan sebut pengajuan impor hortikultura capai 157.052 ton

Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat hingga saat ini sudah terdapat pengajuan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) sebesar 157.052 ton untuk tahun 2021.

“Untuk tahun 2021, sekarang sayuran ini [pengajuan RIPH] sudah ada 83.000 ton yang mengajukan dan buah-buahan itu 73.000 ton. Atau 157.000 ton sampai hari ini,” kata Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPR, Selasa (19/1).

Prihasto merinci berbagai produk hortikultura yang diajukan tersebut. Pertama, terdapat bawang bombai dengan jumlah RIPH 16 dan volume pengajuan 35.624 ton, bawang putih sebanyak 5 RIPH dengan volume 46.980 ton.

Selanjutnya ada wortel dengan volume 1.092 ton, orange sebesar 10.670 ton, mandarin sebesar 9.916 ton, grapefruit sebesar 128 ton, lemon sebanyak 7.400 ton, anggur sebesar 28.811 ton, apel sebesar 15.232 ton dan lengkeng 1.200 ton.

Baca Juga: Kementan: Realisasi wajib tanam bawang putih tahun 2020 baru 2.077 hektare

Bila dirinci per negara, maka produk tersebut didatangkan dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Argentina, Australia, China, Chile, Jepang, Kanada, Korea Selatan, New Zealand, Pakistan, Perancis dan Thailand.

Adapun, Prihasto menyebut pada 2020 pengajuan RIPH ada sebanyak 2,71 juta ton, namun realisasi impornya hanya sebesar 883.415 ton. “Total pengajuan di 2020 itu ada 2,7 juta ton, terealisasi 883.000 ton atau sekitar 32,55%,” jelas Prihasto.

Bila dirinci, pengajuan RIPH tersebut antara lain kentang segar untuk industri dengan RIPH sebanyak 86.905 ton dan realisasi impor sebesar 29.076 ton atau 33,46%, lalu ada pengajuan RIPH untuk kentang segar lain-lain sebesar 150 ton namun tidak ada realisasi impor.

Ada pula pengajuan RIPH bawang bombay sebanyak 356.454 ton dan realiasi iimpornya sebesar 128.945 ton atau 36,17%, pengajuan RIPH bawang putih sebesar 724.589 ton dan terealisasi 461.725 ton atau 63,72%.

Baca Juga: Menerapkan media pembelajaran pertanian yang sarat teknologi

Tak hanya itu ada juga pengajuan RIPH wortel sebanyak 4.451 ton dengan realisasi impor 203 ton, pengajuan RIPH orange sebesar 113.180 ton dengan realiasi impor 8.137 ton, mandarin diajukan RIPH sebesar 323.939 ton namun impor yang terealiasi 33.585 ton.

Ada pengajuan grapefruit sebesar 632 ton dengan realisasi imppor 69 ton, pengajuan RIPH lemon sebesar 127.617 ton dan realiasi 8.871 ton, pengajuan RIPH anggur sebesar 464.464 dan realiasi impor 71.686 ton, pengajuan RIPH apel sebesar 441.198 ton dan realisasi impor 117.841 ton serta pengajuan RIPH lengkeng sebesar 70.051 ton dengan realisasi 23.278 ton.

Selanjutnya: Menko luhut minta peta jalan pengembangan food estate rampung di April 2021

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×