kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Kemenlu Rusia: Israel Mengakui Bahwa Mereka Punya Senjata Nuklir


Kamis, 09 November 2023 / 11:00 WIB
Kemenlu Rusia: Israel Mengakui Bahwa Mereka Punya Senjata Nuklir
ILUSTRASI. Kemenlu Rusia mengatakan Israel tampaknya mengakui bahwa mereka memiliki senjata nuklir. REUTERS/Ronen Zvulun

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Pada Selasa (7/11/2023), Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa pernyataan seorang menteri muda Israel yang tampaknya menyatakan keterbukaan terhadap gagasan Israel melakukan serangan nuklir di Gaza telah menimbulkan banyak pertanyaan.

Melansir Reuters, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Minggu memberhentikan Menteri Warisan Budaya Israel Amihay Eliyahu, dari partai sayap kanan dalam pemerintahan koalisi, dari posisinya di kabinet sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Awal mula pemecatan adalah jawaban Eliyahu ketika ditanya dalam sebuah wawancara radio tentang pilihan nuklir hipotetis. Pada saat itu, Eliyahu menjawab: "Itu salah satu caranya."

“Hal ini menimbulkan banyak pertanyaan,” kata Maria Zakharova, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, seperti dikutip oleh kantor berita negara RIA.

Zakharova mengatakan masalah utamanya adalah Israel tampaknya mengakui bahwa mereka memiliki senjata nuklir.

Israel tidak secara terbuka mengakui bahwa mereka memiliki senjata nuklir, meskipun Federasi Ilmuwan Amerika memperkirakan Israel memiliki sekitar 90 hulu ledak nuklir.

Baca Juga: Belgia Serukan Sanksi Terhadap Israel Atas Pengeboman Gaza

“Pertanyaan nomor satu – ternyata kita sedang mendengar pernyataan resmi tentang keberadaan senjata nuklir?” kata Zakharova.

Jika demikian, katanya, lalu di manakah Badan Energi Atom Internasional dan badan pengawas nuklir internasional?

Pernyataan Eliyahu menuai kecaman dari seluruh dunia Arab. Tidak hanya itu, pernyataannya tersebut menimbulkan skandal bagi lembaga penyiaran arus utama Israel, dan dianggap "tidak menyenangkan" oleh seorang pejabat AS.

Sementara, Iran menyerukan tanggapan internasional yang cepat.

Baca Juga: Perang Lawan Hamas, Defisit Anggaran Israel Membengkak

“Dewan Keamanan PBB dan Badan Energi Atom Internasional harus mengambil tindakan segera dan tanpa henti untuk melucuti rezim barbar dan apartheid ini. Besok sudah terlambat,” kata Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian di platform X pada hari Senin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

×