kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.861   18,00   0,11%
  • IDX 8.219   -46,25   -0,56%
  • KOMPAS100 1.159   -9,30   -0,80%
  • LQ45 830   -9,45   -1,13%
  • ISSI 295   -1,08   -0,36%
  • IDX30 433   -3,09   -0,71%
  • IDXHIDIV20 517   -3,87   -0,74%
  • IDX80 129   -1,08   -0,83%
  • IDXV30 143   -0,27   -0,19%
  • IDXQ30 140   -1,45   -1,03%

Kemenko Perekonomian yakin ekonomi kuartal IV-2021 di atas 6%, ini pendukungnya


Senin, 08 November 2021 / 05:55 WIB
Kemenko Perekonomian yakin ekonomi kuartal IV-2021 di atas 6%, ini pendukungnya

Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin terakselerasi di kuartal IV-2021. 

Setelah mencatat pertumbuhan sebesar 3,50% yoy pada kuartal III-2021, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian optimistis pertumbuhan ekonomi melesat lebih dari 6% yoy di tiga bulan terakhir tahun ini. 

“Pada kuartal IV-2021, kami perkirakan ekonomi dapat tumbuh lebih dari 6,0% yoy seiring dengan dibukanya kembali perekonomian,” kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir kepada Kontan.co.id, Minggu (7/11). 

Baca Juga: Jaga momentum ekonomi di tengah ancaman gelombang ketiga Covid-19, ini saran ekonom

Iskandar juga menyebut, dengan dibuka kembali sektor perekonomian seiring dengan kasus harian Covid-19 yang makin landai, ini akan memperkuat kinerja lapangan usaha yang bisa menyokong perekonomian. 

Beberapa sektor yang digadang akan mendorong perekonomian pada kuartal IV-2021 antara lain sektor perdagangan karena dibukanya ekonomi, sektor pertambangan dengan pulihnya ekonomi dan permintaan global, serta pertanian dengan musim panen di semua sektor. 

Selanjutnya: Bayar utang luar negeri, cadangan devisa turun US$ 1,4 miliar dalam sebulan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

×