Kejar target vaksinasi 2 juta dosis per hari, Menkes: Stok vaksin siap

Selasa, 03 Agustus 2021 | 04:30 WIB   Reporter: Abdul Basith Bardan
Kejar target vaksinasi 2 juta dosis per hari, Menkes: Stok vaksin siap

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan stok vaksin virus corona (Covid-19) yang dimiliki Indonesia siap untuk program vaksinasi bulan Agustus.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo mematok target vaksinasi 2 juta dosis per hari pada bulan ini. Angka itu lebih tinggi dari target bulan Juli sebesar 1 juta dosis suntikan per hari. "Jadi insyaallah 2 juta vaksin di Agustus itu bisa tercapai," ujar Budi saat konferensi pers usai rapat terbatas, Senin (2/8).

Budi menyebut bahwa terdapat 70 juta dosis vaksin yang akan datang di bulan Agustus. Sementara itu masih ada vaksin yang akan dikirimkan ke daerah sebanyak 20 juta dosis.

Baca Juga: 72 Juta dosis vaksin datang pada Agustus, Menkes minta daerah tingkatkan vaksinasi

Dalam proses vaksinasi tersebut, 7 provinsi di Jawa dan Bali menjadi prioritas. Kenaikan kasus dan tingginya angka kematian di ketujuh provinsi tersebut membuat perlunya akselerasi vaksinasi.

"Kenapa lebih banyak di daerah tertentu, karena memang daerah itulah yang kasus konfirmasinya paling tinggi dan kematiannya paling tinggi. Sekali lagi, vaksinasi ini kita berikan berbasis risiko," terang Budi.

Budi menerangkan bahwa saat ini Indonesia telah mendatangkan 22% dari total kebutuhan vaksin. Namun, mulai Agustus hingga Desember ditargetkan akan datang lebih dari 300 juta dosis vaksin.

Baca Juga: Gerakan semua wajib pakai masker, ini panduan penggunaan masker dobel

Diharapkan seluruh daerah dapat terlibat aktif dalam program vaksinasi tersebut. Budi menegaskan tidak perlu menjadi persaingan antar daerah untuk mencapai target vaksinasi tercepat.

Sebagai informasi, saat ini Indonesia telah melakukan vaksinasi dosis pertama kepada 47,47 juta orang. Sementara target vaksinasi Indonesia sebanyak 208,26 juta orang untuk mencapai ketahanan komunal atau herd immunity.

Selanjutnya: Menkes Budi Gunadi tegaskan booster vaksin hanya untuk tenaga kesehatan

 

Editor: Tendi Mahadi
Terbaru