Kebutuhan daging sapi di Jakarta diprediksi naik 50% saat Ramadan dan Lebaran

Senin, 12 April 2021 | 23:05 WIB   Reporter: Lidya Yuniartha
Kebutuhan daging sapi di Jakarta diprediksi naik 50% saat Ramadan dan Lebaran

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Adanya larangan mudik yang ditetapkan pemerintah turut berdampak pada kebutuhan bahan pangan, salah satunya kebutuhan daging sapi/kerbau. Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Agung Hendriadi pun memproyeksi kebutuhan daging ayam di DKI Jakarta bisa meningkat hingga 50%.

"Terkait dengan kita menghadapi idul fitri dimana ada kemungkinan larangan mudik ini harus menjadi pertimbangan kita. Bahwa kalau masyarakat Jakarta tidak mudik itu berarti konsumsi Jakarta naik, oleh karena itu kita melihat di sini kebutuhan daging kemungkinan akan meningkat 50%," ujar Agung dalam acara Ketersediaan Pangan Jelang Ramadan dan Lebaran, Senin (24/4).

Tak hanya daging, kebutuhan pangan lain pun akan meningkat sesuai dengan proporsinya. Menurutnya, kebutuhan daging ayam juga bisa meningkat 10% hingga 20%. "Itu semua juga kita antisipasi," katanya.

Baca Juga: Gapmmi harap industri makanan dan minuman membaik di Ramadan 2021

Meski kebutuhan daging di Jakarta meningkat, tetapi Agung menyebut bahwa di tahun ini terjadi penurunan konsumsi masyarakat untuk komoditas daging. "Tahun ini ada sedikit perubahan mengenai konsumsi masyarakat, khususnya beberapa komoditas, diantaranya daging menurun, juga konsumsi masyarakat dan beberapa komoditas lain

Adapun, untuk memenuhi kebutuhan daging sapi secara nasional, pemerintah memperkirakan impor daging sapi/kerbau sekitar 111.296 ton sejak Januari hingga hingga Mei 2021.

Agung juga menyebut, berdasarkan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis), pemerintah juga telah menyusun neraca daging sapi/kerbau menjelang hari besar keagamaan nasional tahun 2021.

Menurutnya, kebutuhan daging sapi/kerbau pada April dan Mei masing-masing sebesar 59.979 ton dan 76.769 ton.

Baca Juga: Kementan klaim pasokan pangan akan mencukupi saat Ramadan dan Idul Fitri

Sementara untuk pasokan daging ada sejak Maret, April Mei, masing-masing sebesar 27.243 ton, 78.116 ton, dan 75.243 ton. Pasokan daging tersebut berasal dari sapi lokal siap potong, pemotongan sapi bakalan siap potong, stok daging cold storage swasta, penugasan BUMN, hingga rencana impor daging swasta.

"Stok akhir di April 18.137 ton, dan ada minus di Mei 1.526 ton, tapi ini kita menggunakan asumsi konsumsi yang tidak menurun, artinya konsumsi kita anggap tetap normal, padahal konsumsi daging kita menurun sekitar 30%," katanya.

Selanjutnya: Kementan: Ketersediaan bahan pangan impor cukup hingga Mei

 

Editor: Tendi Mahadi
Terbaru