kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.844.000   -183.000   -6,05%
  • USD/IDR 16.782   -38,00   -0,23%
  • IDX 7.902   -20,31   -0,26%
  • KOMPAS100 1.106   -1,17   -0,11%
  • LQ45 807   0,81   0,10%
  • ISSI 279   0,29   0,10%
  • IDX30 423   1,72   0,41%
  • IDXHIDIV20 508   2,27   0,45%
  • IDX80 124   0,44   0,36%
  • IDXV30 137   2,02   1,49%
  • IDXQ30 138   0,31   0,22%

Kasus TBC di Indonesia Tertinggi Dunia, Kenali Gejala & Pengobatan TBC Orang Dewasa


Selasa, 03 Februari 2026 / 07:50 WIB
Kasus TBC di Indonesia Tertinggi Dunia, Kenali Gejala & Pengobatan TBC Orang Dewasa
ILUSTRASI. Kasus TBC di Indonesia Tertinggi Dunia, Kenali Gejala & Pengobatan TBC Orang Dewasa

Sumber: Kementerian Kesehatan RI,Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Indonesia menempati peringkat pertama dunia untuk rasio kasus tuberkulosis (TBC) per penduduk. TBC adalah penyakit menular yang harus diwaspadai. Kenali ciri-ciri orang dewasa menderita TBC.

Diberitakan Kompas.com, Indonesia saat ini menempati peringkat pertama dunia dalam rasio kasus tuberkulosis (TBC) terhadap jumlah penduduk. Hal ini diungkapkan Wakil Menteri Kesehatan II Benjamin Paulus Octavianus berdasarkan perbandingan rasio kasus TBC Indonesia dengan negara lain, termasuk India.

Benjamin menjelaskan, meskipun India mencatat jumlah kasus TBC tertinggi secara absolut, rasio kasus per jumlah penduduk Indonesia jauh lebih tinggi. “India memang nomor satu dari sisi jumlah, tapi rasionya 190 kasus per 100 ribu penduduk. Indonesia mencapai 386 kasus per 100 ribu penduduk. Kalau penduduk kita sebanyak India, Indonesia sudah nomor satu di dunia,” kata Benjamin saat kunjungan kerja di Kabupaten Kulon Progo, Kamis (29/1/2026).

Baca Juga: Diskon LCGC Februari: Brio Tembus Rp25 Juta, Cek Juga Harga Agya & Calya

Menurut Benjamin, tingginya kasus TBC di Indonesia bukanlah persoalan baru, namun hingga kini belum tertangani secara tuntas. Salah satu penyebab utamanya adalah karakter penyakit TBC yang berkembang secara perlahan dan sering kali tidak menimbulkan gejala berat pada tahap awal.

Kondisi tersebut membuat banyak penderita tetap beraktivitas seperti biasa dan tidak segera memeriksakan diri. “TBC beda dengan COVID-19. Dua bulan masih bisa kerja, main bola, jadi tidak terasa. Datangnya pelan, sembuhnya juga pelan,” ujar Benjamin yang juga merupakan dokter spesialis paru.

Dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas utama melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC). Benjamin menyebut, terdapat dua fokus besar di bidang kesehatan nasional, yakni penanganan gizi dan percepatan pemberantasan TBC.

Ia mengaku mendapat mandat langsung dari Presiden dan Menteri Kesehatan untuk memimpin upaya percepatan eliminasi TBC secara nasional. Menurutnya, penanganan TBC tidak bisa hanya mengandalkan tenaga medis, tetapi memerlukan kolaborasi lintas sektor.

Tonton: Keuntungan Minyak Venezuela Akan Dibagi dengan AS, Trump Persilakan China Investasi

Saat ini, pemerintah melibatkan 31 kementerian dan lembaga dalam upaya pengendalian TBC, termasuk Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa, Kementerian Perumahan, TNI, dan Polri. Salah satu fokus utama adalah perbaikan faktor lingkungan, terutama kondisi rumah tidak layak huni dan minim ventilasi.

“Kuman TBC bisa bertahan sampai enam bulan di rumah yang lembap tanpa sinar matahari. Tapi kalau kena matahari 15 sampai 30 menit, kumannya mati. Karena itu, perbaikan rumah juga bagian dari pengendalian TBC,” tegas Benjamin.

Dengan pendekatan lintas sektor dan fokus pada pencegahan sejak dini, pemerintah menargetkan percepatan eliminasi TBC sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia.

Gejala  TBC

Diberitakan Kontan, berikut gejala TBC pada orang dewasa yang harus Anda ketahui menurut situs resmi Kementerian Kesehatan:

  • Batuk lebih dari 2 minggu.
  • Mengalami sesak nafas.
  • Berkeringat di malam hari tanpa aktivitas.
  • Kelelahan yang ekstrim
  • Penurunan nafsu makan
  • Demam meriang
  • Berat badan turun drastis

Meski demikian, gejala tuberkulosis TBC pada orang dewasa bervariasi tergantung pada bagian tubuh mana yang terinfeksi.

Nah, gejala TBC pada orang dewasa yang menyerang organ paru-paru atau TBC paru adalah sebagai berikut: 

  • Batuk berkelanjutan selama lebih dari dua minggu
  • Batuk mengeluarkan dahak berdarah
  • Mengalami sesak napas secara bertahap dan akan semakin memburuk

Tidak hanya di paru, TBC juga dapat berkembang di luar organ paru-paru. Infeksi TBC dapat menyerang kelenjar getah bening, tulang dan persendian, sistem pencernaan, kandung kemih, sistem reproduksi, hingga otak serta sistem saraf. 

Tonton: 8 Jurus OJK Benahi Bursa Efek Indonesia yang Penuh Masalah

Gejala infeksi TBC di luar paru, meliputi:

  • Kelenjar membengkak secara terus menerus
  • Muncul rasa sakit di area perut dan persendian
  • Mulai memengaruhi sistem gerak, seperti tulang dan sendi
  • Mengalami kebingungan dan sakit kepala
  • Mengalami kejang pada waktu tertentu
  • Jika menemukan gejala-gejala TBC di atas, maka segeralah pergi ke puskesmas atau klinik terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Tonton: Profil Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Dirut BEI Sementara

Pengobatan TBC

Pengobatan TB dilakukan dengan metode DOTS atau Directly Observed Treatment Shortcourse. Dirangkum dari laman TB Indonesia, DOTS merupakan pengobatan TBC berstandar yang telah ditetapkan sebagai pengobatan jangka pendek terbaik dengan pengawasan.

Tahap Awal (Intensif) pengobatan TBC berlangsung dari mulai pengobatan hingga 2 bulan, dimana pasien TBC diwajibkan minum obat setiap hari. Tahap Awal (Intensif) bertujuan untuk menonaktifkan kuman/bakteri TB.

Tahap lanjut pengobatan TB adalah dari bulan ke-2 sampai bulan ke-6 atau lebih. Pada tahap ini, pasien hanya diharuskan minum obat 3 kali seminggu. Tahap Lanjut bertujuan untuk membunuh kuman/bakteri TBC.

Kedua tahapan di atas memakan waktu total minimal 6 bulan, bisa lebih atau bahkan sampai 12 bulan. 

Namun lamanya pengobatan TBC ini tergantung dari berat ringannya penyakit TB yang diderita pasien dan ditentukan oleh tenaga kesehatan yang terlatih.

Jika pada akhir tahap intensif hasil pemeriksaan dahak masih positif, maka tahap pengobatan TBC ini akan ditambah 1 bulan.

Tonton: Fenomena “Brain Rot” di Media Sosial dan Dampaknya bagi Kesehatan Otak

Pencegahan TBC

Sebagai langkah pencegahan penularan TBC, Anda harus memahami etika batuk atau bersin sebagai berikut:

  • Gunakan masker saat batuk
  • Tutup mulut dan hidung Anda dengan bagian dalam lengan atas Anda
  • Tutup mulut dan hidung dengan tisu
  • Jangan lupa buang ke tong sampah
  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir

Tingkat keberhasilan pengobatan tuberkulosis di Indonesia mencapai 90% penderita TBC, artinya 90% penderita TBC yang diobati dapat disembuhkan.

Indonesia Darurat Sampah, Prabowo Bangun 34 Proyek Waste to Energi Senilai Rp 58 T

Selanjutnya: Harga Emas Luntur, Saham Emiten Babak Belur

Menarik Dibaca: Ada 6 Website Tes Psikologi Gratis dari Kepribadian sampai Karier, Wajib Coba

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

×