Kasus Covid-19 di AS Meningkat, China Tangguhkan Beberapa Penerbangan

Rabu, 12 Januari 2022 | 05:55 WIB Sumber: Reuters
Kasus Covid-19 di AS Meningkat, China Tangguhkan Beberapa Penerbangan

KONTAN.CO.ID -  WASHINGTON/BEIJING. China telah memerintahkan pembatalan lebih dari dua lusin penerbangan terjadwal dari Amerika Serikat (AS) dalam beberapa pekan terakhir setelah banyak penumpang dinyatakan positif Covid-19 setelah tiba di China.

Regulator penerbangan China telah mengamanatkan pembatalan total delapan penerbangan maskapai penumpang AS yang dijadwalkan ke Shanghai di bawah aturan pandemi COVID-19: empat penerbangan oleh United Airlines dan masing-masing dua dari Delta Air Lines dan American Airlines.

Melansir Reuters, Selasa (11/1), Delta mengatakan pihaknya membatalkan penerbangan Detroit ke Shanghai Jumat lalu dan 14 Januari karena aturan China yang mengharuskan semua maskapai yang terkena dampak, yang penumpangnya dites positif Covid-19, untuk membatalkan layanan masuk pada penerbangan China tertentu.

Baca Juga: Di Tengah Penyebaran Omicron, Kasus Covid-19 di China Menanjak Tinggi

Administrasi Penerbangan Sipil China (CAAC) juga telah membatalkan setidaknya 22 penerbangan menuju AS lainnya yang dioperasikan oleh maskapai China sejak Desember setelah tes positif COvid-19, termasuk delapan oleh China Southern Airlines Co.

Amerika Serikat menghadapi lonjakan infeksi yang disebabkan oleh varian Omicron yang sangat menular dan pada hari Senin memiliki 132.646 orang dirawat di rumah sakit dengan COVID, melampaui rekor 132.051 yang ditetapkan pada Januari 2021.

Rata-rata tujuh hari untuk kasus baru telah berlipat ganda dalam 10 terakhir. hari menjadi 704.000.

Baca Juga: Anggap Airbus Tak Transparan, Investor Ajukan Class Action Karena Sahamnya Kemahalan

United mengatakan telah terpaksa membatalkan penerbangan dari San Francisco ke Shanghai yang dijadwalkan pada 15, 19, 22 dan 26 Januari. Maskapai yang berbasis di Chicago ini terbang dari San Francisco ke Shanghai empat kali seminggu.

Departemen Transportasi AS (USDOT) tidak segera berkomentar terkait pembatalan ini pada Senin malam.

Selanjutnya: Bank Harus Lindungi Data Nasabah

Editor: Noverius Laoli
Terbaru