Kasus corona melonjak, Indofarma akan genjot produksi Oseltamivir dan Ivermectin

Kamis, 15 Juli 2021 | 10:10 WIB   Reporter: Muhammad Julian
Kasus corona melonjak, Indofarma akan genjot produksi Oseltamivir dan Ivermectin


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indofarma Tbk (INAF) berencana meningkatkan produksi obat terapi Covid-19 di tengah kasus Covid-19 yang melonjak. Produk obat yang bakal ditingkatkan produksinya antara lain  Oseltamivir dan Ivermectin. 

Sekretaris Perusahaan INAF, Wardjoko Sumedi mengatakan, INAF akan meningkatkan  produksi Oseltamivir hingga mencapai 10 juta kapsul per bulan pada Agustus-September 2021 mendatang. Tren kasus Covid-19 yang melonjak menjadi alasan yang mendasari keputusan tersebut.

“Kalo sebelum-sebelumnya produksi sebulan hanya sekitar 3 juta kapsul, di Juli ini ditargetkan sampai dengan 8 juta kapsul bahkan di Agustus dan September ditargetkan sampai dengan 10 juta kapsul,” ujar Wardjoko saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (14/7).

Baca Juga: Kinerja tersokong selama pandemi, Soho Global (SOHO) fokus kembangkan produk Imboost

Sementara itu, produksi Ivermectin rencananya ditingkatkan hingga mencapai 16 juta butir per bulan. Angka tersebut mencapai 4 kali lipat dari rencana produksi awal yang dicanangkan sebanyak 4 juta butir sebulan.

Ivermectin sendiri merupakan produk baru dengan persetujuan izin edar pada tanggal 20 Juni 2021 lalu. Saat ini, INAF sedang memproduksi Ivermectin dengan target 8 juta butir sampai akhir Juli 2021 nanti. Angka produksi ini bakal terus ditingkatkan hingga mencapai 16 juta butir per bulan.

Selain meningkatkan produksi Oseltamivir dan Ivermectin, INAF juga bakal mengimpor 230.000 vial pada bulan Juli ini yang direncanakan kembali ditambah 75.000 vial pada bulan Agustus 2021 mendatang.

“12 Juli 2021 sudah masuk 140,000 vial Desrem (Remdesivir) dan direncanakan 18 Juli akan masuk lagi 30.000 vial dan minggu berikutnya sebanyak 60.000 vial,” kata Wardjoko.

Selanjutnya: Hingga Mei 2021, Soho Global (SOHO) sudah serap capex Rp 12 miliar

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi

Terbaru