Kapan Idul Adha 2022? Ini Penetapannya Versi Pemerintah, Muhammadiyah, dan PBNU

Jumat, 01 Juli 2022 | 04:50 WIB   Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie
Kapan Idul Adha 2022? Ini Penetapannya Versi Pemerintah, Muhammadiyah, dan PBNU


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kapan Idul Adha 2022 akan dirayakan di Indonesia? Pertanyaan ini banyak ditanyakan masyarakat. Pasalnya, Idul Adha merupakan salah satu momen yang paling dinanti umat muslim di Indonesia.

Berdasarkan kalender Islam, Idul Adha atau yang kerap disebut lebaran haji, dirayakan pada setiap tanggal 10 Zulhijah.

Lantas, kapan Idul Adha 2022 berdasarkan kalender masehi?

Idul Adha versi Pemerintah

Kementerian Agama (Kemenag) telah melangsungkan sidang isbat penentuan 1 Zulhijah dan Hari Raya Idul Adha 2022 pada Rabu (29/6/2022) tepatnya pukul 18.15 WIB. Hasilnya, 1 Zulhijah jatuh pada tanggal 1 Juli 2022. Sedangkang Idul Adha jatuh pada tanggal 10 Juli 2022. 

"Sidang isbat telah mengambil kesepakatan bahwa tanggal 1 Zulhijah 1443 Hijriah ditetapkan jatuh pada Jumat 1 Juli 2022," tutur Wakil Menteri Agama (Wamenag), Zainut Tauhid Sa'adi, usai memimpin Sidang Isbat (Penetapan) Awal Zulhijah, di Jakarta, Rabu (29/6/2022) seperti yang dilansir dari infopublik.id.

Zainut menambahkan, "Dengan demikian, Idul Adha 1443 Hijriyah jatuh pada 10 Juli 2022."

Menurutnya, keputusan itu didasarkan dari pantau hilal di 86 titik seluruh wilayah Indonesia, kemudian dilanjutkan dengan rapat sidang isbat. 

Baca Juga: Jelang Idul Adha, BSI Targetkan Transaksi Pembelian 3.000 Hewan Kurban Secara Digital

"Dari 34 provinsi yang telah kita tempatkan pemantau hilal, tidak ada satu pun dari mereka yang menyaksikan hilal," jelasnya.

Sidang isbat yang digelar secara daring dan luring ini diawali dengan pemaparan posisi hilal oleh anggota tim Unifikasi Kalender Hijriah Kemenag, Thomas Djamaluddin.

Sidang isbat awal Zulhijah 1443 H yang digelar di Auditorium HM Rasjidi Kantor Kemenag itu dihadiri Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Abdullah Jaidi, perwakilan Mahkamah Agung, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), serta Duta Besar negara sahabat.

Hadir juga perwakilan Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, Pakar Falak dari Ormas-ormas Islam, Lembaga dan instansi terkait, Pimpinan Ormas Islam, serta Pondok Pesantren.  

Baca Juga: Catat! Air Zam-zam Dilarang Dimasukkan ke Koper Bagasi, Ini Alasannya

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru