Kalau Ada Partai Pengusung, Anies Baswedan Siap Calonkan Diri Sebagai Presiden

Jumat, 16 September 2022 | 06:46 WIB Sumber: Reuters
Kalau Ada Partai Pengusung, Anies Baswedan Siap Calonkan Diri Sebagai Presiden

ILUSTRASI. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan siap mencalonkan diri sebagai presiden pada pemilihan presiden tahun 2024.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Terbaca sudah keinginan politik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di tahun 2024 mendatang. Anies Baswedan menyatakan siap mencalonkan diri sebagai presiden pada pemilihan presiden tahun 2024, meskipun belum mendapatkan dukungan dari partai politik mana pun.

Dengan masa jabatan lima tahunnya sebagai Gubernur DKI yang akan berakhir bulan depan, Anies Baswedan, 53 tahun, telah muncul dalam jajak pendapat independen sebagai salah satu tokoh teratas yang diperkirakan akan bertarung dalam pemilihan presiden 2024.

"Saya siap mencalonkan diri sebagai presiden jika ada partai mencalonkan saya," katanya kepada Reuters dalam sebuah wawancara di Singapura, Kamis (15/9).

Baca Juga: Anies Baswedan Turut Jadi Korban Hacker Bjorka, Ini Tanggapannya

Anies menambahkan dengan posisinya yang tidak menjadi anggota partai politik memungkinkan dia memiliki ruang untuk berkomunikasi dengan semua faksi.

"Survei yang tidak diminta ini terjadi bahkan sebelum saya berkampanye. Saya pikir mereka memberi saya lebih banyak kredibilitas," kata Anies, mantan Menteri Pendidikan dan eks Rektor Universitas Paramadina ini.

Kandidat potensial lainnya dalam pemilihan presiden 2024 diantaranya Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, yang mencalonkan diri dua kali sebelumnya, tetapi tidak berhasil. Adapula Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, seorang politisi yang sedang naik daun di partai poltik yang berkuasa.

Analis mengatakan, Anies kemungkinan akan menjadi yang terdepan mengingat popularitasnya di Jakarta, posisi yang sering dianggap sebagai batu loncatan menuju kursi kepresidenan.

Presiden Joko Widodo adalah Gubernur DKI selama dua tahun sebelum menang pemilihan presiden pada tahun 2014.

Tetapi, Reuters melaporkan, Anies juga dikritik karena ia naik ke tampuk kekuasaan di Jakarta pada tahun 2017, dibantu oleh kelompok-kelompok Islam garis keras yang telah melakukan agitasi selama berbulan-bulan terhadap lawannya dan mantan gubernur Basuki Tjahaja Purnama, seorang Kristen etnis Tionghoa, yang kemudian dipenjara karena menghina Islam.

Pada saat itu, Anies, yang menganut Islam moderat, terlihat tidak berbuat banyak untuk memperbaiki keretakan agama dan komunal yang melebar.

Namun, Anies mengatakan, kebijakannya sebagai gubernur telah "mempersatukan rakyat Jakarta".

"Dulu, orang berasumsi tentang saya dan apa yang saya perjuangkan dan apa yang akan saya lakukan di kantor. Sekarang, saya telah menjabat selama lima tahun, jadi nilailah saya berdasarkan kenyataan dan rekam jejak," katanya.

Baca Juga: Gubernur Anies: Jalur MRT Fase 2A Bundaran HI-Kota Tua Kelar Tahun 2028

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat

Terbaru