Ekonomi

Kadin: Pengusaha ingin menghindari pemberlakuan PSBB ketat

Kamis, 07 Januari 2021 | 08:30 WIB   Reporter: Ratih Waseso
Kadin: Pengusaha ingin menghindari pemberlakuan PSBB ketat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani menuturkan, berkaca pada dua pengalaman pembatasan sosial berskala besar (PSBB) lalu dinilai bahwa penerapannya kontra produktif dengan pemulihan ekonomi.

"Confidence konsumsi masyarakat dan demand domestik langsung turun begitu PSBB diberlakukan kembali," kata Shinta kepada Kontan.co.id pada Rabu (6/1).

Shinta menjelaskan, hal tersebut terlihat dalam berbagai indikator seperti indeks keyakinan konsumen dan pertumbuhan penjualan retail meskipun masyarakat dinilai sudah semakin familiar dengan PSBB.

Baca Juga: Ada PSBB Jawa-Bali, Sri Mulyani beberkan dampaknya ke ekonomi

Meski demikian, Shinta memahami betul penerapan PSBB ketat ditujukan untuk keselamatan dan kesehatan masyarakat dalam menekan penyebaran virus SARS Cov2. Namun disisi pengusaha pihaknya berharap pemerintah tidak kembali memberlakukan PSBB ketat.

"Karena itu, sedapat mungkin pelaku usaha ingin menghindari diberlakukan kembali PSBB ketat," kata Shinta.

Namun jika PSBB ketat tak diterapkan, Shinta berharap pemerintah bisa lebih getol lagi dalam meningkatkan disiplin penerapan protokol kesehatan (prokes) di masyarakat meliputi mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak atau menghindari kerumunan.

"Kami lihat PSBB pun tidak berdampak banyak kalau disiplin protokol kesehatan di masyarakat sendiri semakin kendur. Karena itu kami himbau pemerintah lebih fokus pada peningkatan disiplin protokol kesehatan di masyarakat daripada PSBB lagi karena dampak pengendaliannya hanya jangka pendek dan tidak sebanding dengan disrupsi yang terjadi pada kegiatan ekonomi," ungkap Shinta.

Terlebih lagi saat ini Shinta menambahkan jadi waktu yang sangat potensial untuk mengejar pemulihan ekonomi dengan meningkatkan kinerja usaha, ekspor dan investasi dimana pasar global sudah mulai pulih.

Editor: Yudho Winarto


Terbaru