Global

Jumlah kematian global akibat corona tembus 3 juta orang

Senin, 19 April 2021 | 05:10 WIB Sumber: Channel News Asia
Jumlah kematian global akibat corona tembus 3 juta orang

KONTAN.CO.ID - PARIS. Jumlah kematian akibat virus corona secara global diperkirakan mencapai 3 juta hingga Sabtu (17/40). Kasus corona meledak lagi setelah negara-negara seperti India bergulat dengan meningkatnya kasus baru dan memberlakukan lagi penguncian atau lockdown.

Virus coron yang muncul pada akhir 2019 di China tengah telah menginfeksi lebih dari 100 juta orang, menyebabkan miliaran lainnya di bawah penguncian yang melumpuhkan dan merusak ekonomi global.

Seperyi dikutip Channel News Asia, kasus baru meledak di Asia Selatan dengan India mencatat lebih dari 2 juta kasus baru bulan ini saja. Sementara, Bangladesh dan Pakistan memberlakukan lockdown.

Baca Juga: Tambah 234.692 kasus Covid-19, India catat rekor kenaikan harian kedelapan

India melaporkan rekor peningkatan harian 234.692 kasus infeksi baru Covid-19 selama 24 jam terakhir, data kementerian kesehatan menunjukkan pada hari Sabtu.

Itu adalah rekor kenaikan harian kedelapan dalam sembilan hari terakhir.

Total kasus di India mencapai hampir 14,5 juta, terbesar kedua setelah Amerika Serikat yang telah melaporkan lebih dari 32 juta infeksi corona.

Kematian di India akibat Covid-19 bertambah 1.341 orang menjadi total 175.649 orang.

New Delhi, ibu kota India, melakukan penutupan akhir pekan pada hari Sabtu.

Di Jepang, kasus virus yang meningkat telah memicu spekulasi bahwa pelaksanaa Olimpiade yang ditunda tahun lalu karena pandemi, dapat dibatalkan.

Perdana Menteri Yoshihide Suga, dalam pertemuan pertamanya dengan Presiden AS Joe Biden, mengatakan pemerintahnya mendengarkan para ahli dan melakukan "yang terbaik" untuk mempersiapkan Olimpiade Tokyo pada bulan Juli nanti.

"Mereka melakukan segala kemungkinan untuk menahan infeksi dan untuk mewujudkan pertandingan yang aman dan terjamin dari sudut pandang ilmiah dan objektif," kata Suga.

 

Selanjutnya: Akhir April, WHO putuskan penggunaan darurat vaksin Sinopharm dan Sinovac

 

Editor: Khomarul Hidayat
Terbaru