kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.315.000 0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Jumlah ATM Bank Mandiri, BNI, dan CIMB berkurang, seiring maraknya transaksi digital


Rabu, 06 Oktober 2021 / 05:25 WIB
Jumlah ATM Bank Mandiri, BNI, dan CIMB berkurang, seiring maraknya transaksi digital

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Maraknya perkembangan transaksi digital membuat sejumlah bank mulai mengurangi jumlah mesin ATM. Mesin-mesin ATM yang sudah melewati usia teknis mulai ditarik. 

Direktur Jaringan dan Ritel Banking Bank Mandiri Aquarius Rudianto mengatakan, jumlah ATM turun dari tahun 2020. Saat ini total mesin ATM Bank Mandiri mencapai 11.156 dan ATM tarik tunai atau cash recycling machine (CRM) sebanyak 1.932 unit.

Berkurangnya jumlah ATM karena Bank Mandiri menarik mesin yang sudah melewati usia teknis untuk memastikan keamanan dan kenyamanan nasabah bertransaksi tetap terjaga.

"Ketersediaan jaringan ATM Link juga merupakan alternatif layanan tambahan buat nasabah kami. Ke depannya, penataan jaringan ATM akan terus dilakukan dan penggantian ATM menjadi CRM akan dilakukan secara bertahap," jelas Aqua pada Kontan.co.id, Senin (4/10).

Menurut Aqua, potensi transaksi ATM/CRM ke depannya akan mulai bergeser ke transaksi digital. Dia bilang, pola transaksi masyarakat di ATM saat ini didominasi oleh kegiatan tarik dan setor uang tunai. Sedangkan transaksi non tunai seperti membayar tagihan atau transfer telah mengalami pergeseran ke arah digital melalui Livin by Mandiri.

Baca Juga: Rayakan Hut ke-23, Bank Mandiri tebar promo dan hadiah sepanjang Oktober

Namun, Bank Mandiri melihat potensi transaksi pada ATM/CRM masih cukup menjanjikan khususnya untuk melakukan penarikan tunai melalui ATM/CRM dari nasabah platform digital atau bank digital lain.

Sepanjang semester I 2021, Bank Mandiri mencatatkan transaksi ATM sebesar  407 juta atau turun 6,6% dari periode yang sama tahun lalu sebesar 436 juta transaksi. Adapun nilai transaksinya turun jadi Rp 410 triliun dari Rp 510 triliun. 

Sementara PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mencatatkan jumlah ATM  lebih dari 16.000 unit  dimana 2.300 unit merupaka CRM. 

Ronny Venir, Direktur Layanan dan Jaringan BNI mengatakan, pihaknya terus melakukan pergantian mesin ATM  menjadi CRM sebagai optimalisasi jaringan elektroniknya sejalan dengan perkembangan shifting transaksi ke arah digital. 

"Saat ini Bank BNI sedang melakukan penggantian mesin ATM tunai menjadi CRM  sebanyak 3.700 unit yang tersebar di 17 kantor wilayah se Indonesia," ungkapnya. 

BNI melihat terjadi pergeseran transaksi nasabah dari ATM atau CRM  ke mobile banking sejalan dengan digitalisasi layanan di BNI dan kondisi pandemi. 

Berdasarkan materi persentasi laporan keuangan semester I 2021, BNI tercatat memiliki ATM sebanyak  17.013 uni per Juni 2021. Itu turun dari 18.670 unit pada periode yang sama tahun 2020.

Ronny bilang, pihaknya memperkirakan transaksi non tunai lewat mobile banking akan semakin meningkat ke depan. Meski begitu, perseroan akan tetap menyediakan ATM/CRM ntuk mendukung kebutuhan transaksi tunai nasabah.

Sedangkan PT Bank CIMB Niaga Tbk sejak tiga tahun lalu telah mengarahkan CRM ketika ingin membuka ATM baru. Namun, seiring dengan mulai tingginya transaksi digitalisasi di bank ini maka transaski ATM maupun CRM kian menurun. 

Melihat perkembangan itu, Lani Darmawan Direktur Konsumer CIMB Niaga mengatakan, pihaknya mulai mengurangi jumlah ATM/CRM sehingga saat ini jumlah tinggal 4.000 unit. 

"Saat ini, transaksi ATM per bulan sekitar 60 juta transaksi. Itu mengalami penurunan sekitar 5%-6% dibanding periode yang sama tahun lalu," kata Lani.

Selanjutnya: Hore! BCA masih akan terus menambah jumlah ATM

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet Using Psychology-Based Sales Tactic to Increase Omzet

×