kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.822   -6,00   -0,04%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Jokowi singgung buruknya data bantuan sosial di Indonesia


Jumat, 28 Mei 2021 / 05:00 WIB
Jokowi singgung buruknya data bantuan sosial di Indonesia

Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung buruknya data bantuan sosial di Indonesia.

Jokowi menyebut hal itu menjadi dampak tak teraturnya data yang ada di Indonesia. Lemahnya data membuat penyaluran bansos menjadi lambat dan bermasalah.

"Akurasi data juga masih menjadi persoalan sampai saat ini, dampaknya kemana-mana. Contoh data bansos tidak akurat tumpang tindih membuat penyaluran tidak cepat, lambat dan ada yang tidak tepat sasaran," ujar Jokowi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pemeriksaan Intern Pemerintah di Istana Bogor, Kamis (27/5).

Jokowi juga menyebut data milik pemerintah pusat dan daerah kerap tidak sinkron. Sehingga perlu perbaikan agar kedua bisa berjalan dengan baik.

Baca Juga: Mensos Risma jelaskan soal 21 juta data ganda penerima bansos ke DPR

Kepala Negara Republik Indonesia itu juga meminta Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) membantu memperbaiki masalah data. Data menjadi penting dalam menjalankan kebijakan yang efisien.

Selain data, bekas Gubernur DKI Jakarta itu juga menekankan perencanaan yang matang dalam setiap program. Hal itu agar program yang direncanakan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat.

"Saya masih melihat masih ada program yang tidak jelas ukuran keberhasilannya, tidak jelas sasarannya, anggaran yang mau disasar apa sehingga tidak mendukung dari tujuan dan tidak sinkron dengan program dan kegiatan lain," terang Jokowi.

Jokowi bilang pembangunan yang dilakukan di daerah kerap tak berjalan. Hal itu disebabkan perencanaan yang tidak tepat sehingga daya ungkit program tidak optimal.

Selanjutnya: Dibuka sampai 28 Juni 2021, begini cara ajukan BLT UMKM Rp 1,2 juta

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

×