Jokowi sebut BKKBN kini memegang kendali dalam pencegahan stunting

Kamis, 28 Januari 2021 | 19:00 WIB   Reporter: Lidya Yuniartha
Jokowi sebut BKKBN kini memegang kendali dalam pencegahan stunting

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo mengatakan  Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) merupakan pihak yang memegang kendali pencegahan stunting mulai saat ini.

Hal ini diungkapkan Jokowi lantaran beberapa hari yang lalu Kepala BKKBN Hasto Wardoyo telah ditetapkan sebagai Ketua Pelaksanaan Penurunan Stunting. BKKBN pula yang akan mendorong apa-apa saja yang dilakukan oleh Kementerian/Lembaga mengingat BKKBN memiliki infrastruktur organisasi hingga ke desa.

"Sekali lagi kegiatan-kegiatan itu nantinya akan dikoordinasikan oleh Menko PMK dan ketua pelaksananya ada di kepala BKKBN. Artinya apa? BKKBN memegang kendali pencegahan stunting mulai saat ini," ujar Jokowi  dalam Peresmian Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Kemitraan Program Bangga Kencana, Kamis (28/1).  

Baca Juga: Didominasi generasi muda, Jokowi minta BKKBN gunakan metode komunikasi kekinian

Adapun, Jokowi menyebut bahwa pada 2014 nanti angka stunting ditargetkan mencapai 14%. Dia pun mengakui angka ini tidak mudah untuk dicapai mengingat pada 2019 angka stunting berkisar 27,6%. Meski begitu, Jokowi yakin hal ini masih bisa dicapai dengan konsolidasi dan koordinasi semua piha.

"Target kita 2024 itu 14%. Bukan angka yang mudah, tetapi saya meyakini kalau lapangannya dikelola dengan manajemen yang baik, angka ini bukan angka yang sulit. Ini sudah didesain, nanti konsolidasi anggarannya seperti apa, konsolidasi program di bawahnya seperti apa, BKKBN akan mendorong dari kementerian/lembaga seperti apa semuanya," jelas Jokowi.

Jokowi pun mengingatkan bahwa di 2020 ini angka stunting diperkirakan mengalami kenaikan lantaran adanya pandemi Covid-19. Karena itu, dia pun meminta agar BKKBN bekerja dengan serius, bekerja sama dan berkolaborasi supaya angka stunting bisa menurun secara signifikan.

Selanjutnya: Waspada stunting pada anak, ini tips pencegahannya sejak dini

 

Editor: Handoyo .
Terbaru