kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45981,95   -5,95   -0.60%
  • EMAS1.164.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Jokowi Apresiasi Kerja Sama Empat Negara Membangun Smelter Nikel


Jumat, 31 Maret 2023 / 07:30 WIB
Jokowi Apresiasi Kerja Sama Empat Negara Membangun Smelter Nikel

Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - SOROWAKO. Presiden Republik Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi kerja sama empat negara yakni Indonesia, Brazil, Amerika Serikat, dan China membangun smelter nikel berteknologi HPAL senilai Rp 67,5 triliun di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan. 

“Di Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan ada kerja sama empat negara yang kami harapkan ke depan memberikan kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kabupaten dan memberi efek ekonomi pada masyarakat,” jelasnya saat konferensi pers di Taman Kehati Sawerigading Wallacea, Kamis (30/3). 

Sebagai informasi, proyek kerja sama yang disebut Jokowi ialah proyek IGP Pomalaa yang merupakan pabrik HPAL Nikel dalam MHP. Smelter yang akan mengolah 120.000 ton Ni/tahun dikembangkan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) bersama Zhejiang Huayou Cobalt Co dan Ford Motor Co. Adapun nilai investasi proyek yang mencapai Rp 67,5 triliun ini konstruksinya sedang berjalan. 

Baca Juga: Soal Nasib Vale di Indonesia, Jokowi: Masih Dalam Proses Kalkulasi

Jokowi menyebut Vale Indonesia sebagian sahamnya dimiliki oleh MIND ID sebagai holding perusahaan tambang BUMN Indonesia dan Brazil. 

Adapun perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam proyek IGP Pomalaa ini merupakan korporasi raksasa dunia seperti Ford merupakan raksasa mobil di Amerika dan Huayou raksasa industri di China. 

“Dengan ini diharapkan bisa memberikan efek ekonomi terhadap provinsi dan negara,” tegasnya. 

Presiden menyatakan, alasan Amerika dan China merapat ke Indonesia lantaran cadangan nikel yang tersimpan di Tanah Air merupakan yang terbesar di dunia. Menurut data, 25% cadangan nikel dunia ada di Indonesia. 

Jokowi menegaskan, meskipun cadangan nikel Indonesia melimpah, pemerintah tidak ingin komoditas tersebut cepat habis. Maka itu, Indonesia telah melarang ekspor bijih nikel pada awal tahun 2020 dan perusahaan di Indonesia hanya bisa menjual nikel setengah jadi seperti yang dilakukan oleh Vale Indonesia. 

Pada kesempatan yang sama, Jokowi juga meninjau dan mengapresiasi pemenuhan aspek lingkungan yang telah dilaksanakan Vale Indonesia dengan melakukan rehabilitasi dan reklamasi lahan bekas tambang. 

Baca Juga: Pemerintah Genjot Hilirisasi, Komitmen ESG dan Pendanaan Masih Jadi Tantangan

Tidak hanya itu, Presiden juga menilai baik upaya yang dilaksanakan Vale Indonesia di Taman Kehati yang merupakan fasilitas terintegrasi dengan Pusat Persemaian (nursery), penyiapan bibit, dan arboretum. Di sini Vale juga memberikan edukasi kepada anak-anak mengenai pentingnya lingkungan. 

“Saya segera perintahkan kepada seluruh perusahaan tambang di Indonesia men-copy meniru yang dilakukan Vale Indonesia,” tegasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×