kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Joe Biden dan Vladimir Putin lakukan pertemuan virtual, ini yang dibahas


Rabu, 08 Desember 2021 / 07:05 WIB
Joe Biden dan Vladimir Putin lakukan pertemuan virtual, ini yang dibahas

Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memulai pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin secara virtual tentang Ukraina dan topik lainnya pada Selasa (7/12).

Pembicaraan itu dilakukan di tengah memuncaknya kekhawatiran Barat bahwa Moskow akan menyerang tetangga selatannya itu.

Biden akan memberi tahu Putin bahwa Rusia dan sejumlah bank terbesarnya dapat terkena sanksi ekonomi terberat jika Rusia menyerang Ukraina.

Menurut penjelasan sejumlah sumber bahwa bank-bank terbesar Rusia akan dibidik Barat dan kemampuan Moskow untuk mengubah rubel menjadi dolar dan mata uang lainnya bakal jadi target Barat.

Baca Juga: Peringati hari tentara nasional, Ukraina siap berperang melawan Rusia

Kebijakan ini disiapkan untuk mencegah Putin menggunakan puluhan ribu tentara Rusia yang berkumpul di perbatasan Ukraina untuk menyerang.

Sementara itu, Kremlin, telah mengatakan sebelum pertemuan bahwa pihaknya tidak berharap ada terobosan dari pertemuan itu. Moskow juga membantah punya niat terselubung di balik keberadaan pasukan Rusia di perbatasan Ukraina yang meningkat.

Namun Moskow telah menyampaikan kekesalan atas bantuan militer Barat ke Ukraina, negara sesama bekas pecahan Uni Soviet yang kini condong ke Barat sejak pemberontakan rakyat menggulingkan presiden pro-Rusia pada 2014. Rusia melihat NATO juga melakukan ekspansi ke Ukraina yang mengancam Rusia.

Moskow juga mempertanyakan niat Ukraina dan mengatakan menginginkan jaminan bahwa Kyiv tidak akan menggunakan kekuatan untuk mencoba merebut kembali wilayah yang hilang pada tahun 2014 oleh separatis yang didukung Rusia, sebuah skenario yang telah dikesampingkan oleh Ukraina.

Baca Juga: AS Akan Jatuhkan Sanksi bagi Mereka yang Dinilai Membahayakan Demokrasi



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

×