kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45987,90   -2,03   -0.21%
  • EMAS1.164.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Jika Ukraina Jadi Anggota, NATO Bakal Terseret Perang Aktif dengan Rusia


Kamis, 06 Juli 2023 / 11:25 WIB
Jika Ukraina Jadi Anggota, NATO Bakal Terseret Perang Aktif dengan Rusia
ILUSTRASI. Ukraina meningkatkan upayanya untuk bergabung dengan NATO setelah Rusia menginvasi tahun lalu. REUTERS/Ognen Teofilovski

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

UPAYA UKRAINA MENJADI ANGGOTA NATO - Ukraina meningkatkan upayanya untuk bergabung dengan NATO setelah Rusia menginvasi tahun lalu, dengan alasan bahwa jaminan keamanan yang diberikan oleh Moskow, Washington dan London ketika menyerahkan persenjataan nuklirnya ke Rusia pada tahun 1994 jelas tidak berharga.

Melansir Reuters, saat negara-negara Eropa timur mengatakan semacam peta jalan harus ditawarkan ke Kyiv pada pertemuan puncak NATO di Vilnius pada hari Selasa dan Rabu, Amerika Serikat dan Jerman mewaspadai setiap langkah yang mungkin membawa aliansi itu lebih dekat ke perang dengan Rusia.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut ekspansi NATO ke perbatasan Rusia selama dua dekade terakhir sebagai alasan utama keputusannya untuk mengirim puluhan ribu tentara ke negara tetangga Ukraina pada 24 Februari 2022.

Setiap perluasan Pakta Pertahanan Atlantik Utara harus disetujui oleh semua anggota yang berjumlah 31 negara. Dan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg telah mengesampingkan undangan resmi untuk Kyiv di KTT tersebut.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang telah diambil Ukraina untuk menjadi anggota NATO, kemungkinan kompromi atas langkah selanjutnya - dan pandangan Rusia tentang perkembangan tersebut.

Baca Juga: Jadi Sorotan, Putin dan Gadis 8 Tahun Melobi Menkeu Rusia untuk Dana Anggaran

Jalan yang belum dipetakan

Pada tahun 2008, NATO menyetujui pada KTT Bucharest bahwa Ukraina - yang merupakan bagian dari Uni Soviet yang dikuasai Moskow hingga kehancurannya pada tahun 1991 - pada akhirnya dapat bergabung dengan aliansi tersebut.

Tetapi para pemimpin NATO tidak memberi Kyiv apa yang disebut Rencana Aksi Keanggotaan (MAP) yang meletakkan peta jalan untuk membawanya lebih dekat ke blok tersebut. Moskow kemudian secara ilegal mencaplok Krimea dari Ukraina pada 2014 dan mendukung proksi separatis di timur Ukraina.

Dalam kunjungan yang jarang ke Kyiv pada April lalu, Stoltenberg mengatakan "tempat yang sah" Ukraina adalah di NATO. Akan tetapi kemudian menjelaskan bahwa Ukraina tidak akan dapat bergabung dengan NATO selama perang dengan Rusia berkecamuk.

Pada awal Juni, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan negaranya memahami posisi ini. Tetapi pada akhir bulan lalu, ia mengulangi seruan agar Ukraina bisa mendapatkan "undangan politik" ke NATO di KTT tersebut.

Baca Juga: 70.000 Anak Korban Perang Ukraina Kini Mengungsi ke Rusia

Di bawah proses MAP diikuti oleh negara-negara bekas komunis lainnya di Eropa Timur, para kandidat harus membuktikan bahwa mereka memenuhi kriteria politik, ekonomi dan militer dan mampu memberikan kontribusi militer untuk operasi NATO.



TERBARU

×