Jepang batal beli rudal anti-kapal untuk jet tempur F-15 dari AS, ini alasannya

Kamis, 05 Agustus 2021 | 20:10 WIB Sumber: Kyodo
Jepang batal beli rudal anti-kapal untuk jet tempur F-15 dari AS, ini alasannya

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Rencana Kementerian Pertahanan Jepang untuk mendatangkan rudal anti-kapal dari AS resmi dibatalkan. Faktor biaya jadi pengganjalnya.

Dilansir dari Kyodo, rudal anti-kapal tersebut rencananya akan dipasangkan pada unit jet tempur F-15 milik Angkatan Udara Bela Diri (ASDF) Jepang.

Rudal yang diproduksi oleh Lockheed Martin itu dikenal sebagai Rudal Anti-Kapal Jarak Jauh (LRASM), dan bisa diluncurkan oleh pesawat tanpa terkena tembakan balasan musuh.

Demi bisa mendapatkan peningkatan kemampuan tersebut, AS mengeluarkan biaya awal sekitar ¥98 miliar atau US$ 894 juta.

Belakangan, angkanya meningkat menjadi ¥218 miliar, dengan alasan kekurangan pasokan komponen listrik yang diperlukan dan kebutuhan untuk memperbarui perangkat lunak.

Keputusan untuk membatalkan rencana peningkatan kemampuan F-15 ini resmi disampaikan oleh Kementerian Pertahanan Jepang kepada Partai Demokrat Liberal yang berkuasa pada Kamis (5/8).

Baca Juga: Jepang peringatkan meningkatnya ketegangan militer di Taiwan bisa picu krisis

Saat ini, Angkatan Udara Jepang memiliki sekitar 200 unit jet F-15. Pemasangan LRASM untuk armada sebanyak itu jelas akan menghabiskan anggaran pertahanan Jepang.

Selain LRASM, Jepang juga berencana mendatangkan jenis rudal lain dari Lockheed Martin, yakni Rudal Udara-ke-Permukaan Gabungan (JASSM).

LRASM adalah rudal anti-kapal jarak jauh berpemandu presisi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Laut dan Angkatan Udara AS.

Melansir situs resmi Lockheed Martin, LRASM dipersenjatai dengan hulu ledak penetrator dan fragmentasi ledakan. Rudal jenis ini menggunakan perutean dan panduan yang presisi, siang atau malam dalam segala kondisi cuaca.

Rudal anti-kapal ini menggunakan rangkaian sensor multi-modal, tautan data senjata, dan sistem pemosisian global (GPS) anti-jam digital yang ditingkatkan untuk mendeteksi dan menghancurkan target tertentu dalam sekelompok banyak kapal di laut.

Selanjutnya: Angkatan Laut AS gelar latihan skala besar, dari Laut Hitam hingga Laut Cina Selatan

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo
Terbaru