kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.598.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.761   68,00   0,38%
  • IDX 6.462   25,58   0,40%
  • KOMPAS100 852   2,28   0,27%
  • LQ45 648   1,42   0,22%
  • ISSI 224   1,27   0,57%
  • IDX30 360   1,29   0,36%
  • IDXHIDIV20 450   2,37   0,53%
  • IDX80 97   0,26   0,27%
  • IDXV30 124   0,43   0,35%
  • IDXQ30 116   0,50   0,43%

Jelang Pemilu, Harga Pangan Terancam Naik


Senin, 25 September 2023 / 04:10 WIB

Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pangan Nasional (Bapanas) menilai, jelang masa Pemilihan Umum (Pemilu) akan rawan adanya gangguan stabilitas pangan. 

Sekretaris Bapanas, Sarwo Edhy menuturkan, salah satu potensi gangguan tersebut antara lain kelangkaan dan kenaikan harga pangan menjelang pemilu tahun depan. 

Terlebih, saat ini lahan sawah berkurang 100 ribu hektare setiap tahun, sedangkan pengembangan luas lahan sawah belum terlaksana dengan baik. 

"Hal ini dapat berdampak pada ketersediaan pangan dan konsumsi masyarakat, terutama menjelang Pemilu 2024," papar Sarwo dalam keterangannya, Sabtu (23/9). 

Baca Juga: Harga Minyak Bisa Mengerek Inflasi, Suku Bunga Akan Tetap Tinggi

Untuk itu, pemerintah perlu memperkuat cadangan pangan untuk mengantisipasi gangguan stabilitas pangan. Selain itu, pemerintah juga perlu meningkatkan fungsi Satgas Pangan untuk mencegah terjadinya penimbunan dan penyelundupan pangan. 

Potensi gangguan keamanan pangan lainnya adalah spekulasi harga pangan. Hal ini dapat terjadi karena adanya informasi yang tidak benar atau tidak akurat mengenai kondisi ketersediaan pangan. 

"Komunikasi publik penting agar masyarakat tidak panik dan spekulan tidak membesar. Selain itu, pemerintah juga perlu menyiapkan kebijakan impor pangan untuk stabilisasi harga," ujar Daru, Staff Ahli Menteri Perdagangan.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

×