Jasa Armada Indonesia (IPCM) Fokus Ekspansi Bisnis di Indonesia Timur

Kamis, 15 September 2022 | 06:45 WIB   Reporter: Amalia Nur Fitri
Jasa Armada Indonesia (IPCM) Fokus Ekspansi Bisnis di Indonesia Timur


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) menyatakan pihaknya akan mulai fokus pada pengembangan bisnis di wilayah Indonesia Timur.

Direktur Utama IPCM, Amri Yusuf menyebutkan hal ini juga termasuk dengan melakukan ekspansi untuk pasar non-Pelindo. Sebagai informasi, hingga semester I 2022, kontribusi pendapatan pasar non Pelindo masih berkisar 24% dan sisanya 76% berasal dari bisnis Pelindo.

"Kami sedang kuatkan barisan armada dalam proses pembangunan 4 kapal dan 2 kapal lelang. Mudah-mudahan keempat kapal itu sudah bisa digunakan dan dioperasikan pada awal 2023 atau pertengahan 2023 paling lambat," tuturnya dalam paparan publik yang berlangsung virtual, Rabu (14/9).

Baca Juga: Laba Bersih Jasa Armada (IPCM) Naik 7% di Semester Pertama 2022

Amri juga menyatakan pihaknya lakukan difersifikasi bisnis baru. Namun pihaknya tidak memberikan detail lebih jauh.

IPCM menjabarkan, potensi ekspansi di wilayah Indonesia Timur cukup besar. Hal ini juga mencakup manajemen shipping atau pengiriman melalui kapal melalui kapal tunda dan pandu yang terus ingin ditingkatkan. Hingga Juni 2022 ini IPCM telah memiliki 55 unit kapal tunda dan menargetkan memiliki total 58 unit kapal. Sedangkan untuk motor pandu, IPCM hingga semester I 2022 telah memiliki 27 unit dan menargetkan bisa memiliki total 30 unit motor pandu.

"Mengenai diversifikasi bisnis dan pengembangan ekspansi di wilayah Indonesia Timur masih belum bisa kami jabarkan lebih jauh. Kami akan terus lakukan pekerjaan di segmen tersebut," tambah Shanti Puruhita, Direktur Komersial dan Operasi IPCM.

 

 

Santi mengungkapkan hingga kini serapan capex sudah sebesar 60% dan mayoritqs dialokasikan kepada pembangunan kapal dan transformasi IT. Pengembangan IT ini memudahkan Perseroan mengontrol pergerakan kapal dan melihat pendapatan yang diterima tiap kapal secara real time setiap hari. IPCM berharap serapan ini akan tereksekusi 100% hingga akhir 2022.

"Kami telah kembangkan berbagai jenis IT untuk memantau pergerakan kapal-kapal kami dengan ini," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru