Jamkrindo Catatkan Penjaminan KUR Rp 51,44 Triliun pada Kuartal I 2022

Minggu, 19 Juni 2022 | 06:20 WIB   Reporter: Ferrika Sari
Jamkrindo Catatkan Penjaminan KUR Rp 51,44 Triliun pada Kuartal I 2022


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Akses finansial dapat membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk naik kelas dan dengan demikian ikut berkontribusi pada pemulihan ekonomi nasional.

Dengan transformasi finansial yang memadai, usaha mereka makin berkembang dan bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Hal itu turut menjadi perhatian PT Jamkrindo dengan memberikan akses finansial kepada UMKM melalui layanan penjaminan kredit.

Melalui layanan tersebut, Jamkrindo menjembatani akses permodalan UMKM dengan bank atau lembaga keuangan. Dari situ Jamkrindo memberikan perlindungan atau proteksi risiko kerugian jika pelaku usaha tidak dapat memenuhi kewajibannya kepada lembaga keuangan.

Baca Juga: Jamkrindo Lakukan Penjaminan KUR Senilai Rp 82,62 Triliun hingga Mei

Kehadiran penjaminan kredit tersebut membuat pelaku usaha dan lembaga keuangan lebih tenang. Sebab, memudahkan UMKM mendapatkan kredit sekaligus memberikan kepastian pengembalian kredit ke perbankan.

Perusahaan yang berusia 52 tahun pada 1 Juli 2022 mendatang ini pun menghadirkan pelayanan finansial bagi mitra, para pelaku UMKM dan koperasi melalui penjaminan Kredit Modal Kerja (KMK) Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Kami berkomitmen menyukseskan program pemerintah yang dirancang untuk melindungi, mempertahankan, meningkatkan kemampuan ekonomi UMKM dalam menjalankan usahanya," kata Direktur Utama Jamkrindo Putrama Wahyu Setyawan, belum lama ini.

Sampai dengan kuartal I 2022, Jamkrindo berhasil mencatatkan penjaminan KUR sebesar Rp 51,44 triliun. Nilai itu meningkat 72% dari tahun sebelumnya Rp 29,88 triliun. Jamkrindo telah menjamin kredit dari 1,2 juta UMKM yang tersebar di Indonesia.

Dengan kinerja yang positif, Jamkrindo terus mendukung target penyaluran KUR Nasional. Diantaranya melalui transformasi pengembangan sistem penjaminan, optimalisasi sumber daya manusia (SDM), peningkatan layanan serta memperkuat kolaborasi dengan mitra penyalur KUR.

“Dengan berbagai inovasi dan kolaborasi yang kami lakukan dengan segenap mitra penyalur KUR, kami berharap dapat senantiasa memberikan pelayanan penjaminan dengan akses yang semakin mudah, sehingga pada akhirnya dapat mendukung target penyaluran KUR nasional,” katanya.

Pemberdayaan UMKM

Jamkrindo juga aktif melakukan pemberdayaan dan pendampingan agar UMKM naik kelas. Beberapa pendampingan dilakukan kepada kelompok Petani Mete di Larantuka, kelompok Asosiasi Homestay Ciletuh, Kabupaten Sukabumi, dan pendampingan petani kopi di Garut, Jawa Barat.

Selain itu, perusahaan memberikan 1.000 bibit Talas Pratama Garut ke UMKM Binaan, Talas Intan Pratama Garut di wilayah Cibatu, Garut, pada 11 Maret 2022. Hal ini bertujuan membantu ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Ketua Budi Daya Talas Intan Pratama Koes Jay Organik Edi kusnadi menyatakan  Jamkrindo selama ini membantu mengembangkan usaha dengan melakukan pembinaan dan bimbingan.

"Kami berharap, Jamkrindo bisa terus menjadi bagian dari BUMN yang hadir untuk kesejahteraan masyarakat," terangnya.

Baca Juga: IFG Meminta PMN Rp 6 Triliun untuk Askrindo dan Jamkrindo

Berbagai pembinaan dan bimbingan tersebut juga diharapkan bisa memperkuat ketahanan pangan dan usaha talas di Garut. Terlebih, talas Garut memiliki banyak kelebihan karena lebih pulen ketimbang Talas Bogor serta bisa diolah menjadi berbagai produk kuliner.

Tak hanya talas, Jamkrindo juga membantu pemberdayaan ekonomi petani kopi di Garut, Jawa Barat, melalui pembinaan petani kopi Dukuh di daerah tersebut untuk meningkatkan kualitas kopi dan memberikan nilai tambah bagi petani kopi.

Bahkan Kopi Salarea, yang merupakan UMKM binaan Jamkrindo turut serta dalam kompetisi Penggiat Kopi Lokal menggelar Garut Expo Coffee Competition dan UKM Thrift 2022 pada 15-16 Januari 2022. Kompetisi ini pun diwakili oleh Rio Ardiyansah.

Rio mengungkapkan alasan mengikuti kompetisi ini untuk mengangkat citra rasa kopi Garut. Karena potensi kopi lokal Garut cukup besar dan bisa berkembang untuk mengangkat ekonomi daerah.

"Dan, kami juga sangat mengapreasi Jamkrindo yang telah banyak membantu kami di Pawon Salarea dalam mengembangkan kopi lokal di Cibatu, Garut" ujar dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto

Terbaru