Jamkrindo catatkan penjaminan kredit modal kerja sebesar Rp 9,34 triliun

Selasa, 26 Januari 2021 | 11:10 WIB   Reporter: Ferrika Sari
Jamkrindo catatkan penjaminan kredit modal kerja sebesar Rp 9,34 triliun


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jamkrindo senantiasa mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang digagas oleh Pemerintah. Sampai dengan Jumat (22/1) Jamkrindo bersama anak usahanya, Jamkrindo Syariah telah melakukan penjaminan terhadap 564.823 debitur Kredit Modal Kerja (KMK) Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Direktur Utama Jamkrindo Putrama Wahju Setyawan mengatakan, perusahaan telah merealisasikan penjaminan PEN sebesar RP 9,34 triliun dengan rincian Jamkrindo sebesar Rp 6,70 triliun dan Jamkrindo Syariah Sebesar Rp 2,64  triliun. 

Tujuan pemberian kredit tersebut untuk melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan kemampuan ekonomi para pelaku usaha, khususnya para pelaku UMKM. Program penjaminan KMK dalam rangka PEN, sangat dibutuhkan untuk menambah keyakinan perbankan dalam menyalurkan kredit modal kerja. 

“Jamkrindo telah bekerja sama dengan berbagai kalangan perbankan untuk mendorong agar program tersebut bisa berjalan dengan sukses,” kata Putrama, Senin (25/1). 

Skema penjaminan KMK UMKM telah diatur melalui Peraturan Menteri Keuangan 71/2020. Dalam pelaksanaannya, pemerintah menugaskan Jamkrindo dan Askrindo, yang merupakan anggota dari holding Indonesia Financial Group, untuk melaksanakan penjaminan program PEN, dengan tetap mempertimbangkan kemampuan keuangan negara, serta kesinambungan fiskal.

Selain melakukan Penjaminan PEN, Jamkrindo berkomitmen untuk tetap menyalurkan pinjaman kemitraan kepada mitra binaan. Hal ini bertujuan untuk menggerakkan roda perekonomian khususnya pengusaha mikro yang belum dapat akses perbankan. ”Kami tidak hanya memberikan pinjaman kemitraan tetapi juga turut melakukan pendampingan bagi pelaku UMKM mitra binaan,” lanjutnya. 

Baca Juga: Hernita Alius ditunjuk menjadi Komisaris Independen Jamkrindo

Di Ciletuh Palabuhanratu Unesco Global Geopark,Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jamkrindo sukses meningkatkan ekonomi masyarakat yang tergabung dalam UKM Saluyu yang sebagian besar merupakan eks tenaga kerja wanita (TKW) di luar negeri yang memilih pulang kampung untuk membuka usaha di tengah terus meningkatnya popularitas Geopark Ciletuh. 

Sejak awal 2020, Jamkrindo bersama UKM Saluyu telah melakukan diskusi intensif dan pencarian ide usaha berbasis bahan baku lokal. Lalu, disepakati untuk memberi nilai tambah pada mangga yang merupakan salah satu komoditas lokal di Geopark Ciletuh dengan cara memproduksi  makanan olahan berupa kripik mangga yang menjadi oleh-oleh khas dari Geopark Ciletuh.

Berbagai pendampingan dilakukan agar UKM Saluyu memiliki daya ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya.  Jamkrindo juga memberikan bantuan mesin pengolah mangga dan juga pelatihan promosi pemasaran produk dan juga pendampingan perluasan jaringan pemasaran. 

Model pemberdayaan yang dilakukan di Geopark Ciletuh tersebut merupakan  bagian dari upaya Jamkrindo  berkontribusi mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDG’s. Ke depan Model dan Semangat pemberdayaan ini akan diterapkan juga di wilayah lainnya, antara lain Garut. Sebelum di Geopark Ciletuh, model pemberdayaan berbasis komunitas tersebut juga telah berhasil Jamkrindo implementasikan kepada para petani mete di Larantuka.

Jamkrindo merupakan perusahaan penjaminan yang saat ini merupakan anggota holding Indonesia Financial Group (IFG) dengan induk holding PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero). Sebagai perusahaan penjaminan terbesar di Indonesia, PT Jamkrindo berkomitmen untuk senantiasa memberikan penjaminan bagi para mitra perbankan dan lembaga keuangan non-bank. 

Selanjutnya: Jamkrindo terus mengembangkan model kemitraan dengan pengusaha mikro

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru