Nasional

Jalan yang ditempuh pemerintah untuk kejar pertumbuhan ekonomi 7%

Selasa, 15 Juni 2021 | 04:05 WIB   Reporter: Yusuf Imam Santoso
Jalan yang ditempuh pemerintah untuk kejar pertumbuhan ekonomi 7%

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pemerintah masih optimistis, pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III-2021 bisa berada di zona positif. Keyakinan tersebut terpancar setelah melihat indikasi adanya pemulihan ekonomi di kuartal I-2021 dan kuartal II-2021 ini.

Iskandar Simorangkir, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengatakan, pemerintah sudah menargetkan pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2021 berkisar 5,8% hingga 7% year on year (yoy). Angka tersebut melonjak dari realisasi kuartal III-2020 minus 3,49 yoy.

Proyeksi pemerintah tersebut sejatinya lebih rendah dibandingkan proyeksi periode sebelumnya. Pemerintah menargetkan di kuartal II-2021 laju ekonomi tumbuh 7,1% hingga 8,3% yoy. Proyeksi tersebut berdasarkan adanya periode high sesion di April hingga Juni seiring adanya Ramadan dan Lebaran.

Laju ekonomi tersebut menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto tidak terlepas dari mulai berjalannya mobilitas masyarakat, seiring dengan upaya pengendalian virus korona, termasuk juga masih terus berlangsungnya program vaksinasi.

Baca Juga: Perpanjangan diskon PPnBM akan berdampak positif bagi penjualan mobil

Kondisi tersebut, menurut Airlangga bisa mendongkrak konsumsi masyarakat yang merupakan komponen terbesar pembentukan produk domestik bruto (PDB).

Sayang, pemerintah tidak menjelaskan langkah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi. Yang jelas, salah satu komponen pendongrak ekonomi domestik yakni realisasi program pemulihan ekonomi (PEN) masih terus berlangsung yang hingga akhir Mei sudah terealisasi 24,6% dari pagu Rp 699,43 triliun.

Dalam program tersebut, ada beberapa stimulus PEN 2021 yang masa pakainya kedaluarsa di akhir kuartal II-2021 atau akhir Juni 2021. Seperti insentif perpajakan untuk dunia usaha, bantuan sosial tunai, bantuan kuota data internet dan , bantuan subsidi upah.

Hingga saat ini pemerintah belum mengonfirmasi akan memperpanjang beberapa stimulus tersebut. Yang jelas pemerintah resmi memperpanjang insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPn BM) mobil sebesar 100% untuk kapasitas mobil 1.500 cc hingga akhir Agustus 2021. Kemudian diskon sebesar 50% hingga akhir Desember 2021.

Baca Juga: Ekonom Bank Mandiri: Pertumbuhan ekonomi kuartal III-2021 5,5%-6% yoy

"Otomotif salah satu penggerak perekonomian yang pertumbuhannya harus segera dipercepat," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Minggu (13/6).

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede berharap anggaran PEN yang dialokasikan untuk padat karya seperti padat karya K/L dan sektor prioritas harus tetap dilanjutkan. Selain itu, anggaran untuk dukungan UMKM dan korporasi pun juga diperluas. Supaya pemulihan ekonomi terus berlanjut.

Selanjutnya: Ekonomi digital akan tumbuh 8 kali lipat pada 2030, begini penjelasan Mendag M Lutfi

 

Editor: Noverius Laoli
Terbaru