kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Jadi proyek strategis nasional (PSN), Pertamina kebut pembangunan proyek kilang


Selasa, 15 Desember 2020 / 08:00 WIB

Reporter: Filemon Agung | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Walau membutuhkan investasi yang besar dan dibayangi pandemi Covid-19, PT Pertamina menjamin tetap melaksanakan pembangunan proyek kilang.

Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional Ignatius Tallulembang mengungkapkan, dengan penetapan proyek kilang sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) maka Pertamina berkomitmen terus melanjutkan proyek yang ada.

Dari lima proyek kilang yang tengah berlangsung, Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan jadi yang paling signifikan pembangunannya.

Baca Juga: SKK Migas tetap kejar target produksi minyak 1 juta barel di 2030

"Saat ini sudah serap 6.000 pekerja dan akan terus bertambah, masih sesuai target kami," kata dia dalam diskusi virtual, Senin (14/12). Ignatius mengungkapkan, pengerjaan fisik area Lawe-lawe per 3 Desember mencapai 24,35%.

Selain itu, pembangunan New Gras Root Refinery (NGRR) atau Kilang Baru Tuban yang bakal terintegrasi dengan kilang TPPI untuk fasilitas produksi petrokimia kini telah merampungkan restorasi garis pantai.

Selain itu, pengadaan lahan juga jadi fokus dalam tahapan proyek dimana Pertamina menyebut biaya penggantian lahan telah dibayarkan sebagian. "Pengadaan lahan masyarakat sudah sebagian besar dibayarkan dan ditargetkan selesai akhir tahun 2020," jelas Ignatius.

Ia melanjutkan, di saat bersamaan pihaknya mengerjakan basic engineering design yang disebut telah mencapai 80%.

Sementara itu, RDMP Balongan fase 1 disebut telah melakukan kontrak award. Ignatius bilang, fase 1 diharapkan rampung pada pertengahan 2022 mendatang.

Baca Juga: Ini strategi Kementerian ESDM untuk kejar target 1 juta barel per hari di 2030

Sekedar informasi, Pertamina sedianya menargetkan pembangunan 6 kilang dalam beberapa tahun mendatang. Seiring berjalannya waktu, satu proyek yakni GRR Bontang akhirnya ditunda.

Kelima proyek lainnya yakni, satu proyek GRR Tuban, serta pengembangan kapasitas kilang (Refinery Development Master Plan/RDMP) eksisting di Dumai, Balikpapan, Balongan dan Cilacap. 

Selanjutnya: Proyek kilang butuh investasi hingga US$ 40 miliar, Pertamina cari mitra

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS Inventory Management: From Chaos to Control

×