kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.785.000   -13.000   -0,46%
  • USD/IDR 17.823   4,00   0,02%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Isu Reshuffle Kabinet Jokowi Kembali Mencuat, Begini Tanggapan Pengusaha


Sabtu, 01 April 2023 / 05:35 WIB

Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali memberi sinyal adanya reshuffle kabinet dalam waktu dekat. Sebab, posisi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) masih kosong usai Zainudin Amali mengundurkan diri. 

Ketua Kadin DKI Jakarta Diana Dewi menilai perombakan atau reshuffle kabinet saat ini riskan untuk dilakukan. Hal ini mengingat masa pemerintahan Presiden Jokowi hanya tersisa 1,5 tahun. 

"Kalau seseorang diganti, tentu butuh waktu untuk penyesuaian lingkungan kerja dan penyamaan visi," kata Diana pada Kontan.co.id, Jumat (31/3). 

Baca Juga: Soal Isu Reshuffle Kabinet, Ekonom Sorot Kinerja Menteri Ini

Meski demikian, Diana mengatakan reshuffle kabinet sepenuhnya menjadi wewenang Presiden Jokowi. Menurutnya, Presiden sudah memiliki tolok ukur dan penilaian tersendiri terhadap para pembantunya. 

Namun, kalau reshuffle dilakukan, maka harus difokuskan pada penguatan hal-hal konkrit yang bermanfaat bagi masyarakat, utamanya dalam menghadapi Pemilu dan Pilkada serentak pada 2024 nanti. 

Contohnya, pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat, juga penguatan sektor usaha, dan stabilitas keamanan. 

Diana juga berharap reshuffle kali ini bukan hanya bagi-bagi kursi kabinet yang bersifat politis, namun harus benar-benar mempertimbangkan kompetensi, pengalaman untuk memperkuat capaian-capaian visi dan misi pemerintah. 

"Saya yakin, Pak Presiden secara periodik telah melakukan penilaian dan asesmen, baik terkait fakta di lapangan maupun fenomena yang berkembang di masyarakat," ungkap Diana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×