Israel klaim Iran telah meluncurkan pesawat tak berawak untuk menyerang kapal tanker

Kamis, 26 Agustus 2021 | 20:15 WIB Sumber: Arab News
Israel klaim Iran telah meluncurkan pesawat tak berawak untuk menyerang kapal tanker

KONTAN.CO.ID - YERUSALEM. Menteri pertahanan Israel pada hari Rabu menuduh Iran meluncurkan serangan pesawat tak berawak mematikan terhadap sebuah kapal tanker minyak bulan lalu dari wilayahnya dan menegaskan kembali bahwa Israel akan bertindak sendiri jika diperlukan untuk menghentikan Iran mendapatkan senjata nuklir.

Benny Gantz berbicara ketika Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengunjungi Washington untuk membahas Iran dengan pejabat pemerintahan Biden selama kunjungan kenegaraannya yang pertama di Washington.

Mercer Street, sebuah kapal tanker minyak yang sedang berlayar di Laut Arab di lepas pantai Oman, ditabrak oleh sebuah pesawat tak berawak pada 29 Juli. Serangan itu menewaskan dua orang, seorang berkebangsaan Inggris dan seorang Rumania. Kapal tanker itu dikelola oleh sebuah perusahaan milik seorang miliarder Israel.

AS, Inggris dan Israel semuanya menyalahkan Iran atas serangan pesawat tak berawak di Mercer Street, tetapi belum ada negara yang memberikan bukti atau intelijen untuk mendukung klaim mereka. Iran telah membantah melakukan kesalahan.

“Penilaian kami adalah bahwa UAV yang digunakan dalam serangan Mercer Street diluncurkan dari wilayah Iran dan disetujui oleh kepemimpinan Iran,” kata Gantz kepada diplomat asing dalam sebuah pengarahan. 

Baca Juga: Balas kiriman balon api dari Palestina, pesawat tempur Israel gempur situs Hamas

Gantz, mantan panglima militer Israel, sebelumnya telah memperingatkan bahwa Israel siap untuk mengambil tindakan militer terhadap Iran dan menyerukan tindakan internasional untuk menghentikan agresi Iran.

Kedua negara telah terkunci dalam perang bayangan selama bertahun-tahun, yang dalam beberapa bulan terakhir telah mengambil profil yang lebih tinggi setelah serangkaian serangan panjang terhadap kapal dagang.

Serangan dimulai setelah Presiden Donald Trump saat itu secara sepihak menarik diri pada 2018 dari kesepakatan nuklir antara Iran dan kekuatan dunia, yang membuat Iran membatasi pengayaan uraniumnya dengan imbalan pencabutan sanksi ekonomi.

Presiden Joe Biden mengatakan dia bersedia untuk bergabung kembali dengan kesepakatan itu, tetapi pembicaraan untuk menyelamatkan kesepakatan itu terhenti di Wina.

Gantz menggandakan ancaman tersebut pada hari Rabu, mengatakan bahwa Israel “memiliki sarana untuk bertindak dan tidak akan ragu untuk melakukannya – saya tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa Israel harus mengambil tindakan di masa depan untuk mencegah nuklir Iran,” terangnya.

Selanjutnya: Pesan penting dari AS dan Israel terkait penanganan kasus Covid-19

 

Editor: Handoyo .
Terbaru