kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Iran ancam Amerika Serikat, jelang setahun pembunuhan Jenderal Soleimani


Jumat, 01 Januari 2021 / 23:55 WIB

Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - DUBAI. Pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani oleh Amerika Serikat (AS) tidak akan menghalangi perlawanan Iran, komandan Quds mengatakan, ketika ketegangan meningkat menjelang peringatan pertama serangan itu.

AS membunuh Soleimani, pemimpin Pasukan Quds Garda Revolusi Iran, di Irak pada 3 Januari 2020. Washington menuduhnya mendalangi serangan milisi yang berpihak pada Iran terhadap pasukan AS di wilayah tersebut.

Beberapa hari setelah serangan pesawat tak berawak AS yang membunuh Soleimani, Iran membalas dengan serangan roket di pangkalan udara Irak tempat pasukan AS ditempatkan. 

Hanya, pasukan Iran yang dalam siaga tinggi secara keliru menembak jatuh sebuah pesawat penumpang Ukraina yang lepas landas dari Teheran dan menewaskan seluruh awak dan penumpang.

Baca Juga: Waspada terhadap Iran, AS mulai kirimkan kapal selam ke Selat Hormuz

Esmail Ghaani yang menggantikan Soleimani sebagai komandan pasukan elit Quds mengatakan pada Jumat (1/1), Iran masih siap untuk merespons serangan AS yang menewaskan Soleimani.

"Dari dalam rumah Anda sendiri, mungkin akan muncul seseorang yang akan membalas kejahatan Anda," katanya di acara yang disiarkan langsung televisi untuk memperingati ulang tahun Universitas Teheran.

"Kejahatan Amerika Serikat tidak akan menghalangi Pasukan Quds untuk melanjutkan jalur perlawanannya," tegas dia seperti dikutip Reuters.

Dua pembom B-52 AS terbang di atas Timur Tengah pada Rabu (30/12) dalam apa yang menurut para pejabat Washington sebagai pesan pencegahan ke Iran menjelang peringatan tahun pertama serangan yang membunuh Soleimani.

Pada Kamis (31/12), Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menuduh Presiden AS Donald Trump berusaha membuat dalih untuk menyerang Iran. Dan, ia mengatakan, Teheran akan membela diri jika terpaksa.

Selanjutnya: Program rudal masuk ke pembicaraan nuklir, Iran: Tegas kami tolak, dan Biden tahu itu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Terpopuler
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

×