Intraco Penta (INTA) optimistis penjualan alat berat tumbuh 10%-15% tahun ini

Senin, 27 September 2021 | 07:15 WIB   Reporter: Arfyana Citra Rahayu
Intraco Penta (INTA) optimistis penjualan alat berat tumbuh 10%-15% tahun ini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten penyedia solusi peralatan berat, PT Intraco Penta Tbk (INTA) optimistis penjualan di sepanjang tahun dapat tumbuh 10%-15% year on year (yoy) seiring dengan proyeksi naiknya penjualan alat berat merek LiuGong hingga tiga kali lipat dibanding 2020. 

Direktur INTA, Eddy Rodianto menjelaskan dampak dari peningkatan harga komoditas terhadap penjualan alat berat INTA hingga saat ini menunjukkan tren positif. Tercermin dari jumlah unit yang dijual cukup meningkat terutama untuk merek LiuGong. 

Melansir laporan keuangan INTA di semester I 2021, penjualan alat berat senilai Rp 126,3 miliar. Jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu, pendapatan dari segmen ini masih turun 10% yoy. 

Eddy melihat, sejalan dengan peningkatan harga komoditas dan program hilirisasi dari pemerintah, menjadi peluang yang baik bagi INTA untuk memasuki pasar baru di luar sektor tambang batubara, seperti emas, nikel, bauksit dan lainnya. Selain itu, INTA juga turut mendukung para pelanggan yang ikut dalam proyek strategis nasional (PSN). 

Baca Juga: Begini ikhtiar Intraco Penta (INTA) tekan rugi bersih pada tahun ini

"Dengan adanya katalis positif ini, di tahun ini kami optimistis dengan target pertumbuhan penjualan sekitar 10%-15% yoy seiring dengan proses pemulihan ekonomi dan program vaksinasi yang terus berjalan. Pasar alat berat bisa kembali membaik," jelasnya kepada Kontan.co.id, Rabu (22/9). 

Perbaikan pasar ini, lanjut Eddy, juga sejalan dengan posisi market share alat berat merek LiuGong yang cukup baik, sehingga diharapkan dapat memberikan hasil positif terhadap kinerja INTA. "Kami menargetkan penjualan alat berat merek LiuGong di tahun ini dapat meningkat hingga 3 kali lipat dibanding dengan penjualan di tahun 2020," tegasnya. 

 

 

Melansir laporan keuangan INTA di semester I 2021, pendapatan usaha emiten penyedia jasa alat berat ini sebesar Rp 282,62 miliar atau turun 30,19% yoy. Pada semester I 2020, pendapatan INTA senilai Rp 404,83 miliar. 

Kendati pendapatan turun, INTA dapat menggerus rugi bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk dari yang sebelumnya Rp 96,82 miliar di paruh pertama tahun lalu menjadi Rp 95,54 miliar di semester I 2021. Hingga Juni 2021, INTA mencatatkan jumlah aset Rp 2,81 triliun atau agak turun 2,4% yoy dari 30 Desember 2020 yang senilai Rp 2,88 triliun. 

Selanjutnya: Intraco Penta (INTA) membidik pertumbuhan pendapatan 15% pada tahun ini

 

Editor: Handoyo .
Terbaru