kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Intip Proyeksi Pergerakan Rupiah pada Selasa (18/7) Hari Ini


Selasa, 18 Juli 2023 / 08:05 WIB

Reporter: Nur Qolbi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi melanjutkan pelemahan pada perdagangan Selasa (18/7). Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, pelemahan rupiah dapat terjadi apabila sentimen kekhawatiran terhadap perekonomian China terus berlanjut.

Pertumbuhan ekonomi China pada kuartal II-2023 tercatat lebih rendah dari ekspektasi. PDB China pada April-Juni 2023 adalah sebesar 6,3% year on year (YoY), naik dari sebelumnya 4,5% YoY, tetapi lebih rendah dari perkiraan 7,1% YoY. 

"Sentimen ini mendorong mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar AS, termasuk rupiah," kata Josua saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (17/7).

Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menambahkan, The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuannya pada FOMC Juli 2023. Akan tetapi, pasar mengantisipasi adanya perpanjangan jeda dalam kenaikan suku bunga karena inflasi AS pada Juni 2023 tercatat melemah ke 3% dari 4% YoY pada bulan sebelumnya.

Baca Juga: Lesu, Rupiah Spot Ditutup Melemah Rp 15.013 Per Dolar AS pada Hari Ini (17/7)

Namun, inflasi inti AS tetap tinggi sehingga pasar tetap tidak yakin bahwa bank sentral AS akan memberi sinyal jeda. Pejabat The Fed juga menawarkan isyarat beragam tentang kenaikan suku bunga di masa depan.

European Central Bank (ECB) juga diperkirakan akan menaikkan suku bunga sekali lagi minggu depan. Pasalnya, tingkat inflasi di Jerman yang merupakan ekonomi terbesar di Eropa, naik pada bulan Juni menjadi 6,8% YoY.

"Ini lebih dari tiga kali target jangka menengah ECB dan menyarankan kenaikan suku bunga lebih lanjut mungkin diperlukan seiring berjalannya tahun," ucap Ibrahim.

Ibrahim memperkirakan, rupiah akan fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 14.930- Rp 15.070 pada Selasa (18/7). Sementara Josua memprediksi, rupiah akan melemah dalam kisaran Rp 14.950-Rp 15.050 per dolar AS.

Baca Juga: Harga Komoditas Unggulan Turun, Kinerja Ekspor dan Impor Indonesia Ikut Terimbas

Sebagai informasi, berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 0,24% ke level Rp 14.995, dari Rp 14.932,5 per dolar AS pada perdagangan Senin (17/7).

Menurut kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, nilai tukar rupiah berada di angka Rp 15.007 dari Rp 14.945 pada hari perdagangan sebelumnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×